20| Jika Belum Lihat, Maka Belum Pasti!

12 7 1
                                        

[Chasing Idol by SADNESS SECRET]

"Pesan Darimu Seperti Sinar Di Tengah Mendung, Membuatku Berharap Meski Aku Tahu, Mungkin Harapanku Hanya Ilusi."

....

Aleena dan Evan berjalan bersama ke tempat makan yang Evan rekomendasikan. Aleena rela makanan apapun itu, termasuk sayuran hijau yang tak ia sukai. Asalkan makan bersama Evan, semua makanan akan terasa nikmat.

Mereka berdua sampai di warung bubur ayam dekat sana. Hanya butuh jalan kaki selama kurang lebih lima menit saja. Aleena cukup bersukur karena bukan makan sayur-sayuran seperti salad sayur atau sejenisnya.

"Kamu suka bubur ayam?" tanya Evan.

"Suka banget," jawab Aleena cepat. Nampak antusias.

Evan kemudian memesan dua porsi bubur ayam komplit.

Mereka berdua lalu mengisi meja yang kosong. Walau cukup ramai, tapi masih ada beberapa meja kosong yang tersisa untuk ditempati.

"Oiyah, air kamu biar aku aja yang bayar," kata Aleena.

"Ga usah. Aku aja yang bayar semuanya. Kan aku yang ajak kamu ke sini," balas Evan.

"Ga bisa gitu dong. Aku bayar sendiri aja," timpal Aleena.

"Al, udah nurut aja. Oke?" ucap Evan.

"Oke." Aleena sungguh tercengang dengan ucapan lembut yang langsung mengenai hatinya. Yang dapat membuatnya menurut bagaikan terhipnotis.

Bisa dikatakan ini adalah kegiatan makan bersama pertama mereka. Sebelumnya selalu makan berempat dengan Ryan dan Nora. Saat menonton pertandingan juga hanya Aleena yang makan. Sementara Evan hanya menunggu saja.

Tak berselang lama, pesanan mereka dibawakan oleh penjual bubur ayam. Bubur ayam itu memang nampak lezat. Kondimennya juga banyak. Tetapi ada satu bahan yang membuat Aleena terpaku. Daun bawang, Aleena alergi pada bahan itu.

"Al, kenapa? Kok diem aja?" tanya Evan.

"Gapapa," balas Aleena.

"Semoga alergi aku ga kambuh," batin Aleena.

Senyum Aleena mekar. Walaupun harus makan daun bawang, Aleena rela, karena rasa bahagianya lebih besar dari rasa takut akan alerginya yang muncul. Aleena bahkan tak bisa mengutarakan betapa senangnya dia. Ia merasa sedang makan di antara bunga-bunga. Indah, harum, menyegarkan, dan menenangkan.

Sedikit demi sedikit bubur ayam yang ada di mangkok habis. Hingga tak bersisa.

Lalu Evan pergi mengambil air minum kemasan dari kulkas. Memberikan satu kepada Aleena.

"Makasih," ucap Aleena.

Aleena meminum seluruh air itu. Hingga tak bersisa bahkan satu tetespun. Aleena berharap di dalam hatinya bahwa alerginya akan reda karena ia minum air dengan banyak. Karena harapan itu juga membuat Aleena minum hingga 3 botol air.

Evan tak bicara apapun kala Aleena mengambil lagi dua botol air minum.

"Al, ga kembung perutnya?" tanya Evan, heran.

"Ga kok, aman-aman aja," balas Aleena sambil tersenyum. Di balik senyuman itu, Evan tak tau jika Aleena memendam sesuatu. Sebuah harapan agar alerginya setidaknya tak muncul saat masih bersama Evan.

Karena mereka sudah selesai makan, Evan lalu membayar semua makanan dan minuman yang mereka pesan. Setelah itu Evan bertanya apakah Aleena membawa mobil atau tidak. Aleena yang ingin pulang bersama Evan jadi berbohong bahwa ia tak membawa mobil.

Chasing Idol [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang