[Chasing Idol by SADNESS SECRET]
"Mencari Perhatian Dari Seseorang Bukan Berarti Berpura-Pura. Kadang, Itu Hanya Soal Menunjukkan Sisi Dirimu Yang Membuat Mereka Penasaran"
...
"Evan, kamu punya pacar ga?" tanya Aleena lagi.
Evan yang sedang makan lalu tersedak hingga batuk-batuk. Aleena buru-buru mengambil air botol miliknya yang ada di atas meja dan memberikannya kepada Evan setelah membuka botol minuman itu. "Ini minum," kata Aleena dengan senyum manis.
Tapi Evan justru mengambil botol miliknya sendiri yang ada di hadapannya. Meminum dengan cepat hingga tenggorokannya terasa lebih baik.
Bibir Aleena menurun. Wajahnya nampak sedikit kecewa. Padahal air yang ia sodorkan kepada Evan belum ia minum. Tetapi malah di tolak. Aleena jadi berpikir banyak hal karena hal itu. Ia takut itu adalah tanda penolakan secara tak langsung jika Evan tak suka jika didekati oleh dirinya.
"Apa dia jadi peka kalau aku suka dia karena pertanyaan itu..." batin Aleena, sedih.
"Buat apa tanya pertanyaan kayak gitu. Baru juga kenal udah tanya punya pacar aja. Dasar kepo," sela Ryan dengan nada nyolot. Ryan dan Nora sama-sama dibuat kaget dengan pertanyaan Aleena.
"Mau tau aja, apa salahnya," keluh Aleena.
"Aku belum punya pacar," jawab Evan.
Bibir Aleena yang tadinya menurun jadi terangkat perlahan. Wajah sumringah yang malu-malu itu nampak jelas. Tetapi Ryan malah nampak kesal dengan senyuman Aleena. Bahkan dahinya sampai berkerut dan mulutnya terbuka.
"Evan sukanya cewek pintar, mandiri, tegas, berpendirian, cantik, lembut dan kalem. Makanya dia belum punya pacar, kriterianya tinggi," jelas Ryan, dengan nada suara tinggi. Padahal itu adalah informasi yang seharusnya Evan yang beritahukan.
"Ga nanya!" rajuk Aleena dengan sinis. Kekesalan yang timbul akibat kata 'kalem'. Aleena merasa kesal karena ia tak memiliki sikap itu. Walau begitu Aleena masih berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia adalah wanita kalem dan lembut.
Suasana hati Aleena jadi rusak karena Evan. Padahal tadi ia begitu senang karena ada Evan. Dan seharusnya tetap senang karena Evan masih ada di sana. Tapi Ryan mengacaukan segalanya, suasana hati Aleena dan pertanyaan yang Aleena ajukan kepada Evan. Ryan malah ikut campur.
Kegiatan makan siang itu berakhir dengan Aleena yang kesal. Itu semua karena Ryan si pria pendek dan menyebalkan itu, menurut pandangan Aleena. Pokoknya di mata Aleena, Ryan adalah pria yang minus di segala sisi.
Papah Aleena datang di antara keempat mahasiswa yang sedang berjalan meninggalkan kantin. "Aleena, Ryan, Nora," sapa David.
"Hallo om," balas Nora.
"Om David apa kabar?" tanya Ryan.
"Baik, kamu udah lama ga keliatan. Sering-sering dong main ke rumah," balas David.
"Siap om," balas Ryan.
"Ini siapa?" tanya David melihat Evan.
"Saya Evan dari jurusan Bisnis Digital, pak. Temannya Ryan," jawab Evan.
David kemudian mengajak Aleena untuk pulang bersama. Walaupun sebenarnya Aleena enggan untuk pulang duluan karena mungkin saja ada kegiatan yang bisa dilakukan bersama Evan, tetapi Aleena tak bisa menolak ucapan papahnya.
Jadi Aleena harus pulang lebih dulu. "Bye," pamit Aleena kepada Nora sambil melambaikan tangan. Aleena juga melakukan hal yang sama kepada Evan tetapi ditambah dengan senyuman. Sedangkan untuk Ryan hanya tatapan sinis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chasing Idol [END]
Romance[Mencintai dan Mengejermu Secara Ugal-ugalan] . Aleena Balleza adalah sosok yang sempurna, cantik, pintar, dan berpendirian kuat. Prestasinya yang gemilang dan pesonanya membuat banyak pria terpikat, hingga ia menetapkan satu prinsip: pria yang meng...
![Chasing Idol [END]](https://img.wattpad.com/cover/377969069-64-k619068.jpg)