[Chasing Idol by SADNESS SECRET]
"Aku Tak Ingin Terlalu Jelas Memperlihatkan Perasaanku, Tapi Setiap Tindakanku Selalu Punya Makna Tersembunyi Untuknya. Namun, Dia Seolah Selalu Luput Dari Pesan-Pesan Kecil Yang Kutinggalkan"
...
"Aku punya cara efektif buat deketin cowok, berdasarkan riset dari film dan buku," jelas Nora.
"Beneran? Rencana apa?" tanya Aleena antusias.
Nora menyuruh Aleena untuk mendekatkan telinganya. Kemudian Nora membisikan cara efektif yang ia maksud. Rencana yang membuat Aleena tersenyum puas.
"Gimana?" tanya Nora.
"Aku pernah liat jug di film. Bagus." Aleena memberikan jempolnya.
Mereka kembali dengan mobil Evan. Kali ini Aleena duduk di belakang bersama Nora. sementara Evan dan Ryan duduk di depan dengan Evan yang menyetir mobilnya sendiri.
Ketika sampai di kawasan kampus, Aleena mengeluarkan liptin miliknya dari dalam tas. Kemudian menjatuhkan liptint itu ke bawah. Aleena memberikan isyarat kepada Nora jika ia sudah melakukan seperti yang Nora katakan.
Setelah sampai, mereka semua turun dari mobil. "Makasih yah udah temenin aku nonton," kata Aleena kepada Evan.
"Aku juga temenin kok. Kenapa makasihnya Cuma ke Evan doang?" protes Ryan.
"Banyak drama," sindir Aleena.
Aleena lalu menarik tangan Nora meninggalkan tempat itu.
Aleena mengantar Nora pulang dengan mobilnya. Setelah itu baru Aleena pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan, Aleena memikirkan mengenai trik yang ia lakukan. Aleena sungguh penasaran, apakah trik itu akan berhasil pada kasusnya? Atau malah sebaliknya.
Di dalam kamar, Aleena berjalan bolak balik. Rasa cemas menguasai dirinya. Aleena berniat untuk menghubungi Evan mengenai liptin yang ia tinggalkan di dalam mobil Evan. Tetapi entah mengapa Aleena merasa sedikit ragu untuk menghubungi Evan.
Setelah berpikir panjang, Aleena memutuskan untuk tetap mengirimkan pesan.
"Tenang Aleena." Aleena menenangkan diri dengan menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.
Pesan Aleena berisi, Liptint aku jatuh di mobil kamu, ada waktu buat balikin besok? Maaf ngerepotin.
Aleena kembali berjalan bolak-balik. Kali ini lebih cepat dari sebelumnya. Rasa cemasnya semakin kuat.
Tak berselang lama hingga Evan membalas pesan Aleena. Buru-buru Aleena membuka pesan itu. Pesan yang berisikan, Oke, ketemu habis kelas yah. Ga ngerepotin kok, santai aja.
"Santai aja?" gumam Aleena pelan. "SANTAI AJA!?" teriak Aleena. Aleena melempar ponselnya ke atas ranjang.
Kuku jari Aleena menjadi sasaran gigitannya.
"Santai aja itu kan buat teman. Berarti dia buat batasan kalau kita ini Cuma teman?" rengek Aleena di akhir kalimatnya. Wanita itu merasa tak berdaya dan terpukul.
Aleena membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dengan bando berbentuk kucing yang masih berada di atas kepalanya. Bando yang macing dengan piyama pink yang tengah ia kenakan.
***
Seperti janji semalam, Aleena dan Evan sepakat untuk bertemu di taman kampus. Aleena tiba lebih dulu. Jadi Aleena menunggu Evan dengan duduk di bangku taman.
Sekitar 10 menit Aleena menunggu hingga Evan tiba di tempatnya berada.
"Maaf udah buat kamu nunggu lama." Ucap Evan dengan nafas terengah-engah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chasing Idol [END]
Romance[Mencintai dan Mengejermu Secara Ugal-ugalan] . Aleena Balleza adalah sosok yang sempurna, cantik, pintar, dan berpendirian kuat. Prestasinya yang gemilang dan pesonanya membuat banyak pria terpikat, hingga ia menetapkan satu prinsip: pria yang meng...
![Chasing Idol [END]](https://img.wattpad.com/cover/377969069-64-k619068.jpg)