Solo, 23 Oktober 2023
Isabelle terbangun dengan perasaan terjebak. Setelah berbulan-bulan terkurung dalam kegelapan dan ketidakpastian, dia merasa tidak ada jalan keluar. Suara Anita terus menggema dalam pikirannya, meracuni jiwanya dan mendorongnya untuk bertindak. Merasa terdesak, Isabelle merontokkan rantai yang mengikatnya, bertekad untuk bebas.
Begitu dia berhasil melarikan diri, Isabelle merasakan kebebasan yang mendebarkan. Namun, amarah dan kepedihan dalam dirinya meledak, mengubahnya menjadi sosok yang mengerikan. Dia berlari dengan cepat, melintasi jalan-jalan sepi, mengabaikan setiap peringatan dari suaranya yang lebih baik. “Semua orang harus membayar!” teriaknya, meluapkan semua kemarahan yang terpendam.
Setiap langkahnya diiringi rasa dendam yang membara. Ketika dia melihat warga yang sedang beraktivitas, rasa sakit dan kepahitan yang terpendam dalam hatinya muncul kembali. Dia menyerang siapa pun yang menghalanginya, tidak peduli siapa mereka. Teriakan dan ketakutan mengisi udara, saat Isabelle mengamuk, mengeluarkan semua kekuatan yang ada dalam dirinya.
Isabelle terhenti sejenak, melihat betapa gelapnya jalan yang harus dia lalui. Rasa marah dan sakit hati yang terus membara dalam dirinya membuatnya merasa tidak berdaya. Meskipun telah merontokkan rantai yang mengikatnya, ada sesuatu dalam dirinya yang membuatnya ragu untuk melanjutkan. Suara halus, entah datang dari dalam dirinya atau dari dunia luar, membisikan bahwa tidak ada jalan kembali.
“Isabelle!” Suara Adam memanggilnya dari kejauhan. “Kau tidak perlu melakukan ini! Kembalilah padaku!”
Dia membeku, seolah terjaga dari mimpinya yang kelam. Di satu sisi, ada suara hati yang mencoba menuntunnya kembali ke jalur yang benar. Namun, suara lain, suara Anita, terus menggoda. “Hancurkan semua yang menghalangimu. Jangan biarkan mereka hidup dalam ketenangan ketika kau masih menderita!”
Mendengar nama Anita, Isabelle merasakan ledakan kemarahan yang menyala kembali. Dia berlari ke arah suara Adam, tetapi langkahnya terasa berat. Sebuah pertarungan batin terjadi di dalam dirinya. Dia ingin melawan, tetapi semakin dalam dia merenung, semakin dia merasa terjebak.
Akhirnya, Isabelle memutuskan untuk kembali ke tempat persembunyiannya, di mana rantai itu terletak. Dia merasa putus asa dan bingung, tidak tahu harus berbuat apa. Dalam keheningan ruangan, dia menemukan pisau yang tergeletak di sampingnya, dan pikirannya berputar kembali ke semua rasa sakit yang dia alami.
“Jika ini adalah jalan satu-satunya…” bisiknya pada diri sendiri, suara Anita kembali menggema dalam pikirannya. “Hanya kau yang dapat mengakhiri penderitaan ini.”
Isabelle merasa hatinya tertekan, dan dengan napas yang berat, dia mengambil pisau itu. Dalam keadaan putus asa dan kebingungan, dia merasakan bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri semua ini adalah dengan mengakhiri dirinya sendiri.
Ketika dia menusukkan pisau itu ke kulitnya, air mata mengalir di pipinya. “Maafkan aku, Ayah,” ucapnya dalam bisikan, merasa hancur. “Aku tidak bisa lagi bertahan.”
Setiap tetes darah yang mengalir membuatnya merasa sedikit lega, seolah semua rasa sakit dan derita yang terakumulasi selama ini mulai menghilang. Namun, di saat yang sama, dia merasakan kehilangan yang mendalam.
Isabelle terjatuh, tubuhnya melemah seiring dengan darah yang terus mengalir. Dia merasa seolah-olah semua kegelapan di dalam dirinya mulai menghilang, tetapi saat yang sama, kesadaran mulai memudar. Dalam detik-detik terakhirnya, bayangan wajah Adam muncul dalam pikirannya. “Aku mencintaimu, Isabelle. Kau adalah segalanya bagiku,” suaranya mengalun lembut, seakan berusaha menyelamatkannya dari kegelapan.
Di saat terakhir, Isabelle menyadari betapa banyak cinta yang telah dia abaikan, dan bagaimana kegelapan telah membutakannya. Dalam pertempuran yang tidak pernah dia inginkan, dia tersadar bahwa dia telah terjebak dalam jalan yang salah.
Dengan napas terakhirnya, Isabelle menutup matanya, berharap dapat menemukan kedamaian yang selama ini dia cari. Dia tidak pernah ingin berakhir seperti ini, tetapi sekarang semua terlambat.
Isabelle pergi dengan membawa semua rasa sakit dan kegelapan bersamanya, meninggalkan dunia yang tidak pernah memahaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Whispers (End)
HorrorSeorang gadis yang bernama Isabella Haze yang selalu mendapatkan bisikan gaib yang membuat gadis berusia 21 tahun itu melakukan hal yang di luar nalar.Isabelle bahkan berubah menjadi gadis yang sangat mengerikan,dia berubah menjadi gadis yang berbed...
