HAPPY READING!
Gentar tidak sepintar Halilintar, tidak juga bisa diandalkan seperti Halilintar. Tetapi, bukannya setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing—masing?
Namun kenapa ayahnya tak pernah menatap kearahnya dan melihat apa yang bisa ia lakukan. Mengapa hanya Halilintar yang selalu menjadi prioritas Amato disaat Halilintar jelas—jelas tidak menginginkan kehadirannya.
Berbicara padanya pun Gentar tak pernah didengarkan, setiap kali melontarkan kalimat hanya akan berujung dibandingkan dengan Halilintar. Padahal semua orang juga tahu jika Gentar tak memiliki kecerdasan dan fisik yang sama dengan Halilintar.
Tidak pernah Gentar mendengar Amato menanyakan kabarnya atau bahkan sekedar bertanya apakah harinya menyenangkan.
"Apa Ayah pernah keliatan peduli sama kamu?".
Pertanyaan Halilintar kemarin kembali terngiang di benaknya, masih ia ingat jelas dan dengar dengan baik pertanyaan yang tidak pernah diberikan oleh siapapun selain Halilintar.
Dan jawaban dari pertanyaan itu tentu saja tidak. Selama Gentar hidup di dunia, dia tidak pernah merasa jika Amato peduli padanya, hanya Halilintar, hanya Halilintar yang selalu di pedulikan dalam keadaan apapun.
Gentar berpikir, apa ini ada kaitannya dengan sang ibu yang pergi meninggalkannya?
"Seandainya ada Ibu, apa akan ada perbedaan?" pertanyaan itu keluar dari mulutnya begitu memotong puding dengan sendok. Puding pemberian tetangga yang baik hati dan tidak sombong.
Tatapannya terkunci pada aquascape berisi ikan Molly yang berenang kesana kemari secara beriringan. Waktu itu Halilintar yang membuatnya, ia bilang ikan dapat meredakan stress hanya dengan melihatnya.
Memangnya kakaknya itu bisa stress? Jika dilihat—lihat, kehidupannya tampak baik aman sentosa berbeda jauh dengan Gentar yang tak pernah jauh dari konflik dalam hidupnya sendiri.
Gentar menghela napas panjang. Ia heran, padahal usianya baru mau menginjak tiga belas tahun namun rasanya seperti sudah memiliki beban seberat gunung Fuji. Lalu, apa kabar dengan ayahnya yang hampir memasuki kepala empat?
"Jangan terlalu kenyang, nanti kamu mengantuk saat belajar.".
Suapan Gentar terhenti begitu mendengar suara Amato dibelakangnya. Pria itu duduk di sofa sembari memangku laptop, sedangkan Gentar duduk di sebuah kursi yang ia bawa dari dapur, menghadap aquascape untuk memperhatikan ikan—ikan yang berenang.
"Omong—omong bagaimana dengan hasil ulangan kamu?" Amato kembali bertanya seakan tidak membiarkan Gentar menghabiskan puding di suapan terakhirnya. Tetapi Gentar tak menjawab lantaran ia tahu, akan dijawab ataupun tidaknya pertanyaan Amato, akhirnya hanya akan berujung dibandingkan juga dengan Halilintar.
Gentar berbalik dan berdiri dari duduknya, ia pergi ke dapur untuk menyimpan kembali kursi dan meletakkan piring serta sendok ke wastafel, nanti akan Gentar cuci. Tak lama ia kembali keruang tamu, tempat dimana Amato berada.
Gentar berdiri, tidak berani untuk duduk, pergi ke kamarnya pun hanya akan memperburuk suasana.
"Kamu gak punya mulut? Kalau orang tua nanya itu jawab, gak bisu kan?!" tanya Amato dengan nada tajam.
Gentar menggigit bibirnya. Rasanya gugup, ketika ulangan tadi Gentar tidak mengerjakan soalnya dengan sungguh—sungguh. Lantaran ia tahu, menulis jawabannya dengan teliti pun tak akan membuatnya dipuji oleh Amato, tak akan juga membuat lembar jawabannya seratus persen tepat.
"Aku udah belajar," jawabnya ragu, sambil menunduk. Gentar berharap jawaban singkat itu cukup untuk menghentikan percakapan ini.
"Belajar? Cuma itu yang bisa kamu bilang?" tanya Amato, ada ketidakpuasan ketika mendengar jawaban Gentar, "kamu pikir dengan jawaban seperti itu, kamu bisa lulus sekolah dan sukses? Lihat Halilintar. Dia berprestasi, bisa diandalkan, sementara kamu? Apa yang kamu bisa?".
KAMU SEDANG MEMBACA
[✔] RANTAI LUKA
FanfictionLuka tak harusnya ia miliki. Sebagai satu-satunya anak yang diperhatikan ayahnya, seharusnya Halilintar merasa bersyukur. Namun tidak dengan Halilintar. Di perlakukan sebaik itu justru membuatnya semakin membenci ayahnya, pria yang masih harus bel...
![[✔] RANTAI LUKA](https://img.wattpad.com/cover/370971493-64-k222134.jpg)