- 09

850 116 62
                                        

"Dengan Blaze?!" Gopal menjatuhkan wajannya, berlari mengitari konter, dan ikut duduk di salah satu kursi yang mengitari meja ini, bergabung dengan Taufan—pelanggan setia Gopal, Ying si pemilik warung kelontong, si arkeolog di situs penggalian dekat air terjun, dan adiknya Kaizo.

Aku menumpukan daguku ke telapak tangan, dan mengaduk-aduk nimbu pani itu tanpa minat meminumnya.

"Itu terlalu cepat," Ying memprotes. "Kamu baru datang kemari sekitar sebulan lalu, 'kan?"

"Apa kamu tidak mencari tahu asal-usulnya dulu? Siapa tahu dia punya kepribadian ganda, sifat buruk, sakit jiwa, ketertarikan pada hobi yang mahal dan menyebalkan bagi para istri—misalnya memancing atau mengoleksi batu akik, kelainan pola pikir? Apa kamu tidak menyelidiki apa idealisme hidupnya? Kamu tahu dia memelihara banyak ayam, 'kan? Tidakkah kamu perlu memeriksakan kesehatan tubuhnya ke dokter? Siapa tahu dia mengidap flu unggas?" Duri membombardir aku dengan pertanyaan masuk akal. Tapi seharusnya Duri tak berkata begitu. Sebab katanya, semua orang di desa saling mengenal baik. Aku tak mendengar rumor buruk apapun dari Blaze kecuali tentang betapa seringnya dia mengeluarkan uang untuk ayam.

"Kamu bahkan harus mencari tahu orientasi seksualnya, apa warna kesukaannya supaya kamu dan Blaze tidak meributkan soal bagaimana kalian akan mengecat tembok kamar, sifat aslinya—benar kata Duri, sebaiknya kamu menggali setiap inchi dari kehidupannya Blaze, sebelum kamu menerima lamarannya!" Ying menimpali. "Sejauh ini, Blaze tidak macam-macam. Dia hanya pemuda desa di mansionnya Panglima Pyrapi. Tapi ... sebulan, (Nama). Kamu baru mengenalnya sebulan. Kamu perlu meminta dan melihat langsung slip gajinya, menyepakati seperti apa kalian akan memanajemen uang, kamu mesti tahu apa golongan darah Blaze, menilik jejak tata kelakuannya di rapot SD, SMP, SMA, dan perguruan tingginya."

"Secepat itu ..." Taufan bergumam penuh kekalahan.

Aku tidak bisa bilang, aku termotivasi menikahinya karena dia ada hubungannya pada kematian Kakek. Namun itu bukan satu-satunya alasan. Aku capek menghidupi diri sendiri. Selama bertahun-tahun aku berjuang di ranah e-sport, aku mengalami banyak trial and error. Berhubung industri e-sport berpusat pada entertaiment, aku jadi harus mewajahi publik dalam sikap sempurna tanpa cacat. Blunder sedikit, semuanya akan hilang. Ketika aku tidak berhasil membawa roster-roster baru pada kemenangan pun, aku lekas dirujak habis-habisan karena fans agensi e-sportku bilang, draft pick buatanku kurang cocok dipakai di patch terkini. Mana pula, aku langsung diistirahatkan selama satu season. Padahal di season tahun lalu, aku membawa kesuksesan besar pada agensi, meski aku menghandle dua divisi sekaligus. Persetan wanita karir, aku maunya diurus dan disayang-sayang oleh ayam.

"Keluargamu sudah tahu?" Fang bertanya.

Aku mengangguk pelan. Aku mengabarkan orang tuaku melalui telpon, dan pertanyaan pertama dari ibuku ialah; apa pekerjaannya Blaze, dimana dia tinggal, dan kenapa tiba-tiba aku kehilangan moto hidupku yang katanya mau independen seumur hidup tanpa dinafkahi cowok itu. Begitu katanya. Aku tidak berani menjawab. Aku justru mengalihkan panggilannya kepada Blaze, dan membiarkan Blaze mengatasi segalanya. Tanpa aku bisa prediksi, ibuku menyukai Blaze. Kata ibuku, Blaze itu soleh, pintar—aku meragukannya—percaya diri, ramah, periang, dan mudah akrab. Entah dengan cara apa Blaze menebarkan pesonanya ke orang tuaku.

Semuanya belum diatur matang. Tapi dengan berbohong bahwa aku telah mengenal Blaze sejak tiga tahun lalu, orang tuaku setuju-setuju saja apabila aku ingin menikah hari ini atau minggu depan.

"Apa yang kamu lihat dari Blaze?" Ying mengganti pertanyaannya. Dia menggodaku, memancingku untuk bicara. "Apa dia semenarik itu?"

"Blaze?" Aku berpikir keras. "Tidak tahu."

"Apa kamu takut, kalau ternyata nantinya kamu tahu bahwa Blaze jarang mandi?" Ying menyuguhkan pemisalan lainnya.

"Tapi dia wangi?" Aku mengernyit heran.

Blaze x Reader | Harvest Moon Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang