Saat ini Amel sedang berada di kamar mandi kampusnya, cewek itu membasuh tangan dan sedikit merapikan make up nya, ia tidak langsung pulang setelah ini ia ingin pergi jalan-jalan untuk menenangkan pikirannya.
Tiba-tiba ada sekelompok perempuan yang dengan sengaja menyenggolnya, untung saja ia tidak nyurusuk kedepan, Amel langsung menegur perempuan itu.
"Santai aja dong."
Dengan tampang songongnya perempuan berbaju biru itu memutar bola matanya malas, lalu ia membalas "kenapa? Emang ini kamar mandi punya keluarga lo?"
"Ngga gitu juga mbak, gue dari tadi disini diem aja ngga bikin orang risih, kalian datang-datang langsung bikin masalah sama gue."
Temannya yang memakai kemeja hijau itu menyahut "tapi kita punya masalah sama lo."
"Masalah apa? Gue aja ngga kenal kalian, kok bisa gue bikin masalah sama kalian."
Perempuan lainnya yang memakai rok terusan selutut berwarna merah itu membalas "lo jangan sok kecentilan sama Kak Adam deh."
"Sok cantik banget" balas Rika yang memakai baju warna biru tadi.
Sonia yang memakai kemeja hijau tadi juga menimpali "Lo gatau Kak Adam lagi pdkt an sama Laura?" Ucapnya.
Sangempu yang di panggil langsung berkomentar, perempuan yang memakai rok terusan selutut "gue diemin malah ngelunjak lo!"
Amel tertawa melihat tingkah ketiga orang ini "lo pikir yang suka sama Kak Adam cuma lo doang, banyak yang suka Kak Adam, gue pun juga ngga pernah di ceritain tentang cewek yang namanya Laura, ngarang ya lo."
Laura tidak tinggal diam, perempuan itu mencengkram erat tangan Amel lalu berkata "ini baru permulaan ya Mel, kalau lo ngga ngejauhin Kak Adam mulai sekarang, lihat akibat yang akan lo terima nanti!"
"Asal lo tau ya Laura? Iya elo Laura. Gue ngga pernah takut sama orang, apalagi sama cewek modelan lo" kekeh Amel membuat Laura, Sonia dan Rika geram.
"Lo gatau siapa Laura?" Tanya Sonia dengan wajah songong.
"Tau, dia manusia, hidup berdampingan sama manusia, makan sama nasi, dia lagi di depan gue sekarang."
"Ngeselin banget sih lo Amel!" Balas Sonia.
"Kalau lo ngga tau sini biar gue yang mewakili, Laura itu adalah anak pemilik kampus Dirgantara, kampus yang sekarang lo tempati!" Ucap Rika menjelaskan.
"Muka gue kelihatan peduli?"
"Gue mau ngingetin aja, kalau lo berani deketin Kak Adam lagi, gue bisa minta Papi gue buat DO lo dari kampus."
"Bokap lo punya kuasa? Nyokap gue juga punya kuasa bro" balasnya sembari melepaskan tangannya yang sedari tadi di cengkeram Laura.
"Lo baru jadi anaknya pemilik kampus aja bangga bener, kecuali kalau lo jadi anak presiden gimana lagi, kocak bener lo Laura, gue tandain muka lo" ucapnya yang langsung pergi meninggalkan ketiga orang itu.
"Si Amel ini memang gada takut-takutnya ya" ucap Sonia.
"Makanya kita harus cari aib dia atau kelemahan dia, yang bikin dia gamau macam-macam lagi sama kita" timpal Rika.
"Awas aja lo Amel" gumam Laura.
Amel keluar dari kamar mandi itu, Amel berjalan sesekali membenarkan rambutnya dan sembari mendumel.
"Itu bocah-bocah berani banget bikin gue emosi."
"Untung ngga gue ajak gelut tadi, di kira gue takut apa sama mereka."
"Siapa yang mau lo ajak gelut Mel?" Pertanyaan itu berasal dari cowok yang sudah berjalan di sebelahnya.
Amel terkejut tetapi sebisa mungkin Amel menetralkan wajahnya "Kak Adam tiba-tiba muncul, kaget gue Kak!"
KAMU SEDANG MEMBACA
KISAH CINTA AMEL
Jugendliteraturcerita kelanjutan kisah cinta Amel, sebelum baca cerita ini, lebih baik baca cerita Duda keren suami idaman.
