d e l a p a n b e l a s

802 34 2
                                        

Setelah kejadian di tempat makan siang itu, Amel masih bertanya-tanya siapa wanita itu, Vino enggan untuk memberitahu dirinya, padahal Amel tidak penting bagi Vino tetapi Amel masih saja terus kepikiran, ada yang salah dengan Amel akhir-akhir ini, sering sekali memikirkan Vino yang jelas-jelas tidak memikirkannya, kadang Amel tersadar dengan apa yang telah ia pikirkan, mereka memang beda kasta, Vino adalah dosen Amel hanya mahasiswi semester 4 yang masih amatiran, yang selalu tidak sengaja maupun sengaja melakukan kesalahan, bahkan mereka tak cocok untuk bersama, apa yang sedang Amel pikirkan ini membuang-buang waktu saja, terkadang perasaannya sendiri membuatnya bingung.

Hari Senin yang sangat melelahkan setelah Amel selesai kelas, ia memilih untuk pergi kerumah Jihan, kebetulan sekali Jihan tadi tidak datang ke kelas, lalu ia baru saja di telpon Jihan untuk mampir ke rumah nya, karena Amel tidak mempunyai kesibukan lagi setelah ini, Amel memutuskan untuk ke rumah Jihan menggunakan Ojek, karena mobilnya masih ada di bengkel, suasana siang ini begitu panas karena matahari sangat terik, entah mengapa hari Senin ini terasa sangat melelahkan dan panas, ia begitu lelah hari ini ia merasa sangat tidak bersemangat, untuk pekerjaannya sebagai asisten Vino, tadi Vino tidak datang ke kampus karena ada urusan lain di kantor, ia di perbolehkan tidak datang menemui Vino, Vino bilang anggap saja Vino memberikan libur untuk Amel.

Tak terasa motor yang di tumpangi Amel sudah sampai di depan rumah Jihan, Amel buru-buru turun dari motor itu dan memberikan ongkos untuk Pak Ojek nya, kemudian ia masuk kedalam rumah Amel dengan menenteng sebuah box berisikan kue, ia sengaja membeli kue karena ingin memakan kue ini bersama Jihan dan anak-anaknya, tidak enak rasanya jika ia tidak membawakan sesuatu untuk Jihan, lalu Amel mengetuk pintu itu dan muncullah Jihan yang sedang menggendong Narendra yang sedang tertidur pulas, Amel tersenyum melihat bayi berusia dua tahun itu, rasanya sudah lama ia tidak datang kemari melihat Naya dan Narendra.

"Kayaknya gue udah lama ga kesini, Narendra udah gede aja Ji."

"Ah lo ngomongnya kayak ga ketemu bertahun-tahun aja Mel."

"Hehe maaf ya gue jarang main kesini."

"Iya Mel santai aja, gue tahu kok lo juga sibuk."

"Oh iya Naya udah pulang sekolah kan Ji."

"Iya dia ada didalam, lo masuk dulu sini."

Amel pun masuk kedalam rumah Jihan dengan mengekor di belakang Jihan, Ia duduk di sofa ruang tamu yang luas itu.

"Oh iya ini Ji, gue bawain kue."

"Nggak perlu repot-repot Amel."

"Nggak masalah Ji, biar Naya seneng juga."

"Yaudah gue ambil, gue siapin buat lo sekalian mau nidurin Narendra di kamar ya, lo tunggu sebentar."

"Iya Ji siap."

Beberapa saat kemudian Jihan datang membawa kue yang sudah di potong dan jus anggur, lalu ia meletakkannya di meja.

"Oh iya Mel, gue mau ngomong sesuatu sama lo."

"Ngomong apa Ji?"

"Gue udah mutusin buat kuliah daring, biar gue bisa fokus ngurus keluarga gue."

"It's okay Jihan, gue selalu dukung semua keputusan lo kok."

"Gue bakal jarang ketemu lo sama Dara mulai sekarang."

KISAH CINTA AMELCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang