Ning Nayla dan Adiba pulang, kebetulan sekali semuanya sedang berkumpul ada umi dan abah, bahkan bocah buah sudah terbangun dari tidurnya. Ning Nayla langsung meluk Gus Aska sambil nangis yang membuat semua orang khawatir.
"Ada apa sayang, kok nangis?"tanya Gus Aska sambil melepaskan pelukannya dan menatap wajah sang istri yang sudah sembab, ada sesuatu buruk yang terjadi kah?.
"Ata Dib Dib nakal ya, ata Lala jadinya nangis"ucap Blueberry sedangkan Adiba langsung merasa gak terima, enak aja dia disalahin, dasar bocah buah.
"Enak aja ya mbul, ata Dib Dib gak nakal, kamu tuh yang nakal"ucap Adiba.
"Belly Ndak nakal ya, Belly baik hati na, Ndak combong, Ndak pelit, Ndak cuka culi culi mangga kaya ata Dib Dib"ucap Blueberry, Adiba langsung menggendongnya keluar.
"Huwaaa atu mau di culik nenek gayung, huwaa".
"Huwaa atu di culik Olang gila".
Mereka semua tidak menggubris Adiba dan Blueberry karena sudah biasa seperti itu, mereka semua langsung tertuju sama ning Nayla, soalnya tadi nangis sekarang malah ketawa karena tingkah laku adek kakak yang gila itu.
"Sayang, kamu kenapa tadi nangis?, Diba bawa kamu kemana?"tanya Gus Aska sambil memegang tangan Ning Nayla sambil mengusap usap nya.
"Mas, Ning hamil, Diba bawa Ning ke rumah sakit hikss"ucap Ning Nayla sambil nangis lagi karena dirinya sekarang sudah berbadan dua.
"Beneran sayang, disini ada anak kita"tanya Gus Aska sambil menunjuk perutnya Ning Nayla.
"Iya mas, 8 Minggu mas usia kandungan Ning"ucap Ning Nayla, Gus Aska langsung memeluknya, sambil mengucapkan syukur kepada Allah SWT karena sebentar lagi ia dikaruniakan anak yang selama ini mereka tunggu, mereka berdua sama-sama nangis.
"Udah dong peluknya, umi kan juga mau peluk, akhirnya umi sebentar lagi punya cucu"ucap umi yang juga nangis, dan ingin memeluk menantunya itu yang kini sedang mengandung.
"Pelasaan mbak Lala sama Abang Kaka selalu Belly gangguin kenapa adeknya jadi, kan kata papa halus belduaan, kalau beltiga gak jadi"ucap Blueberry yang kembali sendiri meninggalkan kakaknya gitu aja, dengan membawa sandalnya Adiba yang saat ini lagi pergi nyuci mangga yang jatuh dari pohonnya.
"Mbak Lala udah ada dedek bayinya waktu kakak Diba nikah sayang"ucap Ning Nayla, lalu Blueberry mendekat dan mencium perutnya Ning Nayla yang kini sudah ada calon adeknya.
"Kamu jadi dedek yang baik aja ya, jangan kaya ata, nanti kacian ata Dib Dib bisa setles dia"ucap Blueberry yang sadar diri kalau suka ngerjain kakaknya, mereka semua tertawa mendengarnya.
"Kamu bisa aja ngomongnya sih sayang"ucap umi sambil mencubit pelan pipi Blueberry, setelah itu memeluk menantunya itu dengan penuh sayang.
"Besok kita undang seluruh keluarga ya buat makan bersama sambil memberikan santunan anak yatim-piatu ke panti asuhan terdekat sebagai bentuk rasa syukur kita, karena Ning Nayla akhirnya hamil juga"ucap umi.
"Abah setuju"ucap Abah.
"Umi Adiba udah pesenin nasi box untuk semua santri sebagai rasa syukur Ning Nayla udah hamil, dia pake uangnya sendiri"ucap Ning Nayla. Gus Zayyan langsung terpesona sama istrinya, hatinya begitu baik.
"Masya Allah, menantu umi yang satu itu emang suka gak terduga"ucap umi yang bahagia punya menantu kaya Adiba.
"Kakak Adibanya mana sayang, kok Berry pulang sendiri?"tanya Gus Zayyan.
"Oh, cuci mangga, telus sandalnya Belly bawa hihi, pasti ata Dib Dib bingung pulang na mau gimana hihi"ucap Blueberry sambil cekikikan sedangkan yang lain cuma bisa astaghfirullah, kelakuan adek kakak sama sama gila.
"Astaghfirullah, sandalnya ata Dib Dib mana sayang?"tanya Gus Zayyan, pasti istrinya akan menggoda Berry sampai nangis setelahnya.
"Di depan ata"ucap Blueberry sambil nunjuk kearah pintu, Gus Zayyan langsung pamit sambil bawa kunci motor.
"Sayang, jahil banget kamu sama kakak Adiba"ucap Ning Nayla.
"Habis na ngeselin ata, pengen Belly tukal tambah aja"ucap Blueberry.
"Emangnya kak Adiba barang, yang bisa ditukar tambah, tapi sayang kan sama kakak?"ucap Ning Nayla
"Ya sayang atuh, kalau Ndak ada kak Dib Dib gak ada yang belisik"ucap Blueberry.
"Sekarang Belly main sama uti aja ya, biar mbak Lala nya istirahat, kasihan dedeknya capek"ucap Umi.
"Belly mau lanjut tidul aja uti, kasulnya Belly udah panggil-panggil Belly"ucap Blueberry karena dirinya emang mengantuk sekali.
"Ya udah kalian bertiga istirahat ya, pasti capek habis perjalanan jauh"ucap Abah, mereka mengangguk dan langsung pamitan ke kamar, umi dan abah segera ingin pergi ke rumah besan untuk mengundangnya makan malam, tak lupa juga orang tuanya Ning Nayla Abah nanti akan menelponnya.
.......
Setelah sandalnya Adiba dibawa Blueberry pergi ia lebih memilih duduk di dekat masjid sambil memakan mangga nya. Gus Haidar yang datang ke masjid untuk menemui santri yang akan setor hafalan ke dia pun jadi salfok melihat Adiba terlihat nyaman senderan sambil makan mangga di tangannya.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh"Gus Haidar ucap salam sekaligus ingin bertanya dimana sandalnya, karena tidak ada sandal satupun disana, apakah Adiba telanjang kaki ke masjid?.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh, eh Gus Haidar, kebetulan sekali, Diba boleh minta tolong gak"ucap Adiba sambil berharap boleh pinjam sandalnya ia mendengar suara es Doger, ia pengen beli.
"Minta tolong apa?"tanya Gus Haidar.
"Pinjam sandalnya, Diba pengen beli es, keburu pergi, boleh ya Gus, Diba Beliin bakso sama es deh"ucap Adiba.
"Sandal kamu emangnya kemana?"tanya Gus Haidar.
"Diambil bocah buah, boleh ya Gus"pinta Adiba.
"Silahkan, tapi hati hati sandalnya pasti kebesaran nanti kamu jatuh"ucap Gus Haidar.
"Oke makasih, nitip mangga, itu gak Adiba gigit kok, ini pisaunya"ucap Adiba sambil memberikan buah mangganya yang baru dipotong sedikit ke Gus Haidar tanpa menyentuhnya lalu lari gitu aja.
Gus Haidar bingung ia harus bagaimana, masa ia masuk ke dalam masjid sambil membawa mangga yang sudah dikupas sedikit. Memang istrinya Gus Zayyan agak tidak terduga, masa makan mangga di masjid seorang diri lagi.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh Gus Haidar"ucap santriwati yang bernama Fara dan Rina. Mereka dihukum karena ketiduran di kelas, jadinya harus setoran hafalan.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh"jawab Gus Haidar.
"Gus Haidar dengerin kita hafalan sambil makan mangga?"tanya Fara.
"Bagi bagi satu atuh Gus mangganya, jangan dimakan sendiri"ucap Rina.
"Ini miliknya Adiba"ucap Gus Haidar.
"Kenapa ada sama Gus Haidar?, Terus Ning Adiba nya dimana?"tanya Fara lalu melihat kearah bawah, tidak ada sandal, gusnya nyeker apa gimana.
"Pergi beli es, pakai sandal saya"ucap Gus Haidar saat melihat Fara melihat kearah bawah.
"Oh gitu, lah terus sandalnya Ning Adiba dimana?, Masa iya nyeker"ucap Rina.
"Dibawa pergi sama Blueberry, saya bingung ini, mangganya mau taruh dimana"ucap Gus Haidar.
"Dimakan aja gak sih, itu kayaknya Ning Adiba manjat pohon lagi, Gus Zayyan pasti tantrum lihat istrinya sering manjat pohon"ucap Fara.
"Di kulkas emangnya gak ada mangga ya sampai harus manjat?"tanya Rina.
"Mungkin, tapi lebih enak makan langsung di pohonnya kali ya"ucap Fara.
"Bisa jadi, udah jangan ngomongin Ning Adiba takutnya Gus Zayyan datang dan dengar kita, terus dihukum hafalan"ucap Rina, mereka berdua diam sambil hafalan biar nanti gak salah sedangkan Gus Haidar diam berdiri senderan tembok sambil mendengarkan mereka hafalan dengan tangan nya masih memegang mangga.
YOU ARE READING
Cinta Tulus Gus Zayyan
RomanceBelum Revisi maaf masih banyak typo dan kekurangan, terima kasih
