Bab 24

451 11 6
                                        

Gus Zayyan buru-buru menuju masjid kasihan istrinya sendirian. Sampainya di masjid yang ia temukan malah Gus Haidar dan kedua santriwati, sedangkan istrinya gak ada, terus kemana?.

Matanya salfok menatap kearah mangga yang dipegang Gus Haidar, masa nungguin santriwati hafalan sambil makan mangga sendirian.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh".

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh".

"Gus Zayyan nyari Ning Diba kan?"tanya Gus Haidar.

"Iya Gus, istri saya kemana ya?, Kok gak ada"tanya Gus Zayyan.

"Beli es didepan, pinjam sandal saya, tapi udah saya peringatin takutnya jatuh,dan ini Gus mangganya"ucap Gus Haidar  sambil menyerahkan mangganya, Gus Zayyan langsung menaruh sandal istrinya dan menerima mangganya.

"Makasih Gus, saya susul dulu ya"ucap Gus Zayyan.

"Gus Ndak perlu disusul, Ning Dibanya udah jalan kesini"ucap Fara sambil menunjuk Adiba yang sedang jalan kearah masjid tanpa beralaskan sandal dengan memeluk 4 cup es, dan 1 sandalnya Gus Haidar diikat pakai tali rafia dan digantung di tangannya.

Gus Zayyan yang melihat istrinya kesulitan membawa esnya langsung mendekat untuk membawakannya.

"Aa' disini, kenapa gak bilang kan bisa Diba beliin es nya"ucap Adiba saat suaminya berada di depannya.

"Gimana mau bilang kalau kamunya udah keluar dan jajan sendiri, sini Aa' bawain, habis ini cuci kaki"ucap Gus Zayyan.

"Siap a'".

Mereka berdua berjalan mendekati Gus Haidar dan santriwati.

"Btw Ning Diba lucu ya kalau gitu"ucap Rara.

"Gus Zayyan berasa ngemong bayi"ucap Fara.

"Kenapa gak minta plastik aja sih, jadi repot kan bawanya"ucap Rara.

"Iya juga ya, tukang esnya kehabisan plastik kali"ucap Fara.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, es nya buat kalian"ucap Adiba sambil memberikan esnya saat sudah berada didepan kedua santriwati. Mereka pun kompak menjawab wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh.

"Terima kasih ning"ucap mereka berdua.

"Sama sama, dan itu buat Gus Haidar satunya, terima kasih Gus udah pinjamin sandalnya ke Diba"ucap Adiba, karena sandalnya kebesaran, dia takut jatuh jadinya gak kepakai.

"Sama sama, terima kasih es nya"ucap Gus Haidar.

"Ya udah kita permisi dulu ya, semangat hafalannya, assalamu'alaikum"ucap Ning Adiba lalu dituntut ke tempat wudhu untuk cuci kaki, tadinya mau Zayyan gendong tapi Dibanya gak mau.

.......

Malam hari setelah sholat isya mereka makan bersama, dan makanannya dimasak sama Adiba dan umi, ya sedikit direcokin sama bocah buah alias Blueberry.

"Umi biar Diba aja ya yang nyuci piringnya"ujar Adiba setelah selesai makan.

"Mbak bantu ya Dib"ujar Ning Nayla karena dia gak boleh bantu masak, jadinya mau bantu cuci piring.

"Gak usah mbak biar Diba aja"ujar Adiba yang gak mau Ning Nayla kecapean.

"Emang Adiba udah gak ada pr?"ucap Umi.

"Gak ada mi"ucap Adiba.

"Ya udah, tapi umi bantuin bawa ke dapur ya piring piring kotornya"ucap Umi.

"Biar Zayyan aja mi"ucap Gus Zayyan.

Cinta Tulus Gus ZayyanWhere stories live. Discover now