Seorang pemuda berbaring ranjang berwarna abu abu dan dikamar dengan pencahayaan kuning sedang megelus seekor ular mamba hitam didadanya.
Gong xilin " sayang percayalah pada suamimu ini hatiku hanya untukmu".
Ular mamba hitam mendesis mengeluarkan lidah bercabang yang panjangnya.
Gong xilin " kenapa kau tidak percaya pada manusia?".
Ular mamba hitam mendesis..
Gong xilin " aku bersumpah sayang kau tidak perlu meragukan ketulusanku yang lebih murni dari emas batangan".
Ular mamba hitam bergerak melingkari leher gong xilin dan mematuk mulut gong xilin dengan lembut sebagai persetujuan.
Gong xilin tersenyum sumringah " sayang kau harus percaya padaku aku berjanji tidak akan mengecewakanmu".
Pintu kamar diketuk dengan keras bahkan hingga bergetar.
Ular mamba hitam mendesis dan turun dari tubuh gong xilin.
Saat mamba hitam turun dari ranjang gong xilin segera mengambilnya dan memeluknya dengan sayang.
Gong xilin membujuk ular mamba hitam " sayang jangan marah jika kau marah kau tidak akan hitam lagi hem.. sayang aku akan pergi dulu kau tunggu aku disini ".
Ular mamba hitam mendesis.
Gong xilin " sayang tunggu aku disini mengerti".
Ular mamba hitam mendesis saat di taruh diatas bantal oleh gong xilin.
Gong xilin menutupi ular mamba hitam dengan baju kotor yang belum sempat dimasukan kedalam keranjang pakaian kotor.
Segera gong xilin membuka pintu kamar dan dilihatnya huoyuan dengan espresi tidak sabar.
Huoyuan mengerutkan kening dengan tidak suka " aku kira kau mati didalam ".
Gong xilin menyusutkan lehernya takut " huoyuan ada apa?".
Huoyuan bersendekap " aku ingin kau patuh denganku dan laporkan segala kegiatan jiao jiao pada kami ".
Gong xilin " aku..".
Huoyuan mendorong pundak gong xilin dengan kasar " kau tidak mau hah.".
Gong xilin " bukan..bukan.. begitu.".
Huoyuan " jadi.".
Gong xilin " kau.. tidak mengajiku".
Wajah huoyuan sedikit malu tapi menutupinya dengan kemarahan dan mencengram kerah baju gong xilin " aku peringatkan lagi kau harus patuh kepada kami dan jika kau berani mendekati atau menyentuh jiao jiao meskipun itu ujung rambut. Hah.. kau akan tahu akibatnya!".
Huoyuan mendorong gong xilin dengan keras dan menatapnya dengan tajam sebelum pergi.
Setelah kepergian huoyuan ular mamba hitam merangkak melingkari kaki gong xilin.
Gong xilin yang awalnya ketakutan segera menghembuskan nafas lega serta mengambil ular mamba hitam kepelukannya.
Gong xilin mencium kepala ular mamba hitam dan menutup pintu kamar " moer kau adalah yang paling mengerti aku ".
****
Buliran salju dan angin bertiup seolah menampar pipi putih halus milik gadis yang sedang tertawa bermain lempar salju dengan dua pemuda.
Qin shi menlempar kepalan salju kecil keperut jiao jiao dan baifeng menyelinap kebelakang jiao jiao saat jiao jiao teralihkan oleh qinshi.
Greepp.. jiao jiao dipeluk oleh bai feng erat dan diangkat berputar putar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teasing the family
Randomsong jiaojiao seorang pekerja kantoran yang kutu buku dan terlalu tabu untuk memulai hubungan di sebabkan terlalu tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya tapi dia selalu membayangkan hubungan liar yang tak terkendali dengan pria pria super tanpan...
