BANDIT 6

910 33 9
                                        






















      Empat pemuda dan seorang bayi memasuki salah satu di kamar restoran.

Mereka memesan beberapa makanan ringan sambil menunggu teman mereka datang.

Jiao jiao berdiri " gege~ gege~ jiao jiao ingin kencing ~ ".

Empat pemuda saling memandang meskipun jiao jiao bayi dia tetaplah perempuan dan itu tidak baik untuk reputasinya kelak.

Huoran binggung " kau... Bisakah kau melakukanya sendiri ?''.

Jiao jiao memutar mata anggurnya " jiao jiao besar !! Jiao jiao 5 tahun bisa kencing sendiri".

Empat pemuda melihat tinggi jiao jiao yang tidak mencapai lutut mereka.

Huoyuan " baiklah kalau begitu ".

Su hao memanggil pelayan untuk mengantar jiao jiao.

Jiao jiao menyelesaikan urusan pribadinya tiba tiba sistem 001 memberitahunya qinshi dan baifeng di lobi restoran.

Jiao jiao berlari diikuti pelayan dari belakang " nona kecil jangan berlari ".

Suara tawa jiao jiao layaknya lonceng dan jiao jiao berlari tanpa melihat kedepan karena menoleh kebelakang pada pelayan yang mengejarnya.

Tubuh jiao jiao menabrak tiang empuk dan terpental.

Jiao jiao terduduk menatap dua pemuda dengan pandangan menuduh.

Bai feng dengan dingin " kau berlari dan terjatuh sendiri".

Jiao jiao dengan mata terbelalak "...".

Qin shi " ada apa gendut... kau terjatuh karena terlalu gendut sehingga tidak bisa berjalan dengan benar huh..".

Jiao jiao putri bandit yang selalu menjadi bola mata di desa bandit selalu diperlakukan seperti permata sekarang diremehkan dua pemuda.

Harga diri putri bandit tidak terima pahlawan bisa dibunuh tapi tidak bisa dilecehkan!!.

Jiao jiao segera bangun dan mengulung lengan serta menunjukan lengan akimbo " penjahat aku akan memukulmu hingga berkeping keping~".

Suara lembut seperti ketan tidak menakuti mereka tapi malah membuat hati mereka tergelitik.

Pelayan tahu ini adalah tuan muda qin dan tuan muda bai serta mereka adalah teman dari empat tuan muda di lantai atas yang membawa bayi kecil ini.

Qin shi meremehkan " dengan lengan atau pahamu bahkan aku tidak bisa membedakan mana paha dan mana lengan ".

Bai feng mengelengkan Kepala dan menyetujui sahabatnya " benar benar gemuk.

Jiao jiao "...".

Pelayan "..".

Jiao jiao marah dan melemparkan diri ke dua pemuda layaknya meriam kecil.

Sayangnya qin shi dengan mudah mencengkram baju belakang lehernya serta mengankatnya sejajar dengan wajahnya.

Jiao jiao mengepakkan tangan dan kaki seperti ikan kekurangan air " lepaskan aku penjahatt~"

Jiao jiao " aku akan menghancurkanmu ~".

Qin shi tertawa remeh " aku bisa menghancurkanmu dengan melemparmu dari lantai dua kedai ini".

Jiao jiao " kesatria bisa dibunuh tapi tidak dihina~".

Bai feng tertawa " adakah kesatria segemuk dirimu ". Qinshi ikut tertawa.

Jiao jiao mengelepak mencoba memukul qinshi tapi karena tangan dan kakinya pendek jiao jiao hanya mampu mengelepak seperti ikan.

Teasing the familyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang