Keesokan hari jiao jiao bangun dengan tubuh lemas demamnya telah turun.
Meskipun tapi semangatnya belum pulih.
Ayah ibu huo tinggal di halaman untuk tamu untuk sementara.
Semua orang tidak bisa tidur karena takut terjadi sesuatu pada bayi kecil mereka.
Ibu huo memeriksa kondisi tubuh si kecil saat dia telah sadar meskipun kondisinya membaik tapi semangatnya masih belum pulih.
Jiao jiao memeluk selimut dengan memungungi semua orang.
Air mata fisiologis menetes seperti mutiara hati semua orang sakit dan coba membujuknya.
Nenek su tidak tahan melihat jiao jiao hatinya sakit " bayi kecil ayo makanlah bubur agar cepat sembuh ".
Jiao jiao tidak bergeming "...".
Ibu su mencoba membujuk " ayo sayang bayi kecil lihatlah bubur daging ini sangat enak ".
Jiao jiao "...".
Mereka tidak tahan memaksa jiao jiao jadi mereka hanya bida membujuk dengan halus karena takut si kecil akan menangis.
Sementara itu di meja makan masion keluarga huo semua orang berkumpul kecuali ayah dan ibu huo.
Untungnya sekarang adalah hari libur jadi keluarga bisa bersantai jadi tidak perlu khawatir pergi ke pengadilan ataupun sekolah.
Kakek huo mengira pasangan itu datang terlambat.
Seorang pelayan melapor " Tuan semalam tuan muda kedua Su datang mencari tuan besar " huoran dan huoyuan menoleh menatap pelayan dengan penuh tanya.
Nenek huo " apa yang terjadi ".
Pelayan " hamba tidak tahu. Tapi tuan besar dan nyonya pergi bersama tuan muda kedua Su dan belum kembali ".
Nenek huo dan huoran serta huoyuan melihat kakek huo mengerutkan kening tampak khawatir.
Nenek huo " ada apa?".
Kakek huo " aku khawatir terjadi sesuatu pada gadis kecil keluarga song ".
Kakek huo menceritakan pertemuannya dengan kakek song dan kunjungan mereka ke desa bandit serta ikutnya jiao jiao bersama mereka.
Huoyuan " siapa keluarga song ?".
Nenek huo menghela nafas dan menceritakan kisah klan song yang sekarang menjadi bandit.
Kakek huo dengan serius " kalian harus merahasiankan ini mengerti !!".
Huoran dan huoyuan menganguk dengan pasti " kami mengerti kakek ".
Nenek huo tidak nafsu makan " kalian lanjutkan makan aku ingin melihat keadaan bayi kecil ".
Kakek huo juga tidak nafsu makan " mari kita pergi bersama ".
Huoran berdiri " kakek kami ingin ikut ke masion keluarga Su ".
Kakek dengan wajah tegas " baiklah ".
Mereka berangkat ke masion su tanpa sarapan jarak masion su dan masion huo tidaklah jauh hanya membutuhkan seperempat batang dupa dengan mengendarai kereta.
Kereta mewah dengan lambang HUO berhenti di gerbang masion keluarga su.
Huo ran dan huo yuan mengendarai kuda mereka turun terlebih dahulu dan menyerahkan kuda pada pelayan keluarga su.
Kakek huo turun dari kereta setelah itu membantu nenek huo turun dari kereta.
Pelayan keluarga su menyambut kedatangan mereka.
Pelayan telah melapor dan mennyuruh pelayan mengantar mereka ke halaman lelaki tua su.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teasing the family
Randomsong jiaojiao seorang pekerja kantoran yang kutu buku dan terlalu tabu untuk memulai hubungan di sebabkan terlalu tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya tapi dia selalu membayangkan hubungan liar yang tak terkendali dengan pria pria super tanpan...
