5 tahun kemudian.
Pada pagi hari hujan menguyur desa bandit semua orang enggan untuk keluar dari rumah gubuk hangat mereka.
seorang gadis kecil sedang bersembunyi di bawah meja makan.
Ibu song mencari putri kecilnya yang sangat bandit " jiaoer... Jiaoer....".
Kakek song datang bertanya " ada apa lagi?".
Ibu song mengeluh " ayah. Jiaoer bersembunyi lagi. Aku ingin mengajarinya kaligrafi tapi bandit kecil ini terlalu licin menyelinap ".
Ayah song datang mendengar keluhan istrinya tertawa segera ibu song memelototinya.
Kakek song melihat dibawah meja ada seorang gadis kecil menutupi matanya dengan kedua lengan putih teratainya.
Ayah ibu song melihat arah pandang kakek song.
Mereka semua ingin tertawa atau menangis melihat gadis kecil ini bersembunyi jika punya nyali jangan sampai terlihat saat bersembunyi.
Gadis kecil ini entah bagaimana dia terlahir sangat cantik dan sangat putih.
Dengan ayah song berkulit perungu ibu song berkulit gandum serta kakek song berkulit kecoklatan kelahiran jiao jiao seperti ikan keluar dari jaring.
Gadis ini terlahir sangat putih bahkan ayah song berani bertaruh seluruh keluarga song tidak bahkan seluruh negeri tidak ada yang seputih dan secantik putrinya.
Yang mereka khawatirkan gadis ini tidak hanya bernyali besar tapi terlalu naif dan sedikit konyol.
Meskipun lincah gadis ini sangat lembut tidak tahan panas ataupun dingin.
Ayah song masih ingat saat gadis ini lahir yang mereka nantikan adalah seorang putra meskipun sedikit kecewa tapi mungkin ikatan darah lebih kuat sehingga ayah song tidak tahan memarahi atau membuat putri kecilnya menanggis.
Awalnya seluruh desa bandit kecewa karena kelahirannya. Semua orang kecewa karena yang mereka harapkan adalah lahirnya putra mahkota desa bandit.
Kekecewaan semua orang tidak bertahan lama saat melihat betapa bayi itu sangat kecil dengan suara tangisan yang sangat kecil membuat hati semua orang merasa sakit.
Suara tangisan yang kecil meluluhkan hati kecewa mereka.
Setiap hari warga desa bergantian untuk melihat atau mengoda bayi kecil sejak itu bayi kecil keluarga song menjadi bola mata desa bandit.
Semua orang tahu bayi ini sangat halus tidak tahan atas kesulitan apapun jadi warga desa selalu memanjakannya dan menjadikannya bola mata.
Saat perayaan seratus hari ayah song mengundang keluarga su keluarga bai keluarga huo dan juga keluarga qin secara rahasia.
Tapi mereka tidak bisa datang karena takut terlalu mencolok jika mereka pergi bersama jadi mereka sepakat untuk bergantian pada hari berbeda untuk memberikan berkat serta hadiah 100 hari bayi kecil.
Ayah qin bersama istrinya pergi lebih awal mereka berdalih ingin berkuda berdua.
Ibu qin adalah putri tangan kanan kakek qin jadi dia pasti ahli dalam beladiri.
Putri tangan kanan jenderal tidak mungkin sia sia. Bahkan dia bisa melumpuhkan sekelompok orang.
Saat ibu qin mendengar cerita ayah qin dia sangat menghormati kakek song.
Mereka berdua berangkat kedesa bandit dan sangat disambut.
Setelah bertemu bayi lucu yang berumur 100 hari hati mereka terasa manis.
Saat ibu qin mengendongnya dia enggan untuk menurunkannya meski punya anak tapi adalah putra meski banyak orang menginginkan seorang putra tapi baginya bagaimana putra bisa mengantikan jaket empuk seperti bayi kecil ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teasing the family
De Todosong jiaojiao seorang pekerja kantoran yang kutu buku dan terlalu tabu untuk memulai hubungan di sebabkan terlalu tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya tapi dia selalu membayangkan hubungan liar yang tak terkendali dengan pria pria super tanpan...
