❗ FOLLOW DAN VOTE SEBELUM MEMBACA ❗
Choi Jimin dan Park Hyuna menjalani kehidupan pernikahan yang terlihat sempurna selama 6 tahun, hingga sebuah liburan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi bencana. Di balik senyuman manis, Jimin ternyata m...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yoongi melacak ke mana Hyuna pergi, dari GPS yang terpasang pada mobilnya. Selang beberapa saat, Yoongi menemukan mobilnya terparkir di depan gedung yang belum selesai pengerjaannya. Ia datang bersama beberapa pengawal yang biasa ia pekerjakan untuk berjaga-jaga, jika ada sesuatu yang membahayakan keselamatanHyuna. Ke dua tangan Yoongi di masukkan ke dalam celana hitamnya, sejenak ia memandang gedung yang berada di depannya, secara kontruksi bangunan itu sudah berdiri kokoh. Namun, nampak sepi tak ada pekerja yang bekerja di sana. Nampak mencurigakan.
"Apa hubungannya gedung ini dengan Jihyo? mana mungkin Jihyo bisa membangun gedung ini? Sedangkan lokasinya saja berada dekat dengan jalan utama, pasti harga tanahnya sangat mahal apalagi di tamabah biaya pembangunannya. Dari mana Jihyo mendapatkan uang? Tunggu ... apa jangan-jangan Jimin di balik pembangunan gedung ini?" gumam Yoongi menebak-nebak.
Pengawal yang ikut bersama Yoongi, beberapa ia tugaskan untuk berjaga di depan gedung dan yang lainnya ikut bersamanya masuk ke dalam gedung.
Baru saja ia memasuki lorong, nampak langkah tertatih sambil memegangi perutnya dan merintih kesakitan berjalan menuju arah keluar gedung.
"Hyuna ... " Yoongi berlari mengikis jarak untuk segera menolong wanita yang ia cari.
Tangan Yoongi terulur untuk memapah tubuh Hyuna yang berjalan dengan sedikit membungkuk. Yoongi menoleh ke belakang, pemandangan ke lima pria bertubuh cukup besar tergeletak tak bergerak di sana, cukup mengagetkannya.
"Wanita sialan itu berhasil kabur lagi. Suruh anak buahmu untuk mencarinya, kakinya tertembak. Ia pasti mencari bantuan medis untuk menyembuhkan lukanya," perintah Hyuna.
Yoongi mengangguk, menuruti apa yang Hyuna pinta. "Segera cari keberadaan Jihyo di beberapa rumah sakit dan bereskan mayat-mayat itu. Jangan sampai ada yang mengetahui kejadian ini. Netralisir tempat ini seolah-olah tidak pernah terjadi penembakan," perintah Yoongi kepada anak buahnya. Dan langsung mereka kerjakan sesuai perintah tuannya.
"Kita juga harus ke rumah sakit untuk memeriksa keadaanmu." Yoongi menatap khawatir.
Hyuna menggeleng lamat, "Aku ingin istirahat saja," tolak Hyuna.
Yoongi menghela napasnya, bagaimana bisa ia tetap tenang jika tidak memeriksakan keadaan Hyuna. Sedangkan ia tahu dari sorot mata Hyuna, wanita itu tengah menahan sakit. "Kau keras kepala sekali. Kau hanya tinggal berbaring di atas brankar dan dokter yang bekerja untuk memeriksamu. Jika tidak kuat berjalan, aku juga masih kuat membopongmu sampai ke ruangan."
Hyuna terkekeh pelan, "Kau sudah tua. tulang-tulangmu pasti akan berdemo jika harus bekerja keras untuk menopang tubuhku."
"Baiklah kita ke rumah sakit. Akan ku buktikan bahwa aku kuat menggendongmu dari lobi rumah sakit hingga ruangan UGD."