Rapat Umum

569 50 0
                                        

Chapter 20. Rapat Umum

Sudah tersedia sampai tamat di KK

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sudah tersedia sampai tamat di KK

*****

Aktivitas Septian hari ini benar-benar padat seperti yang di katakan oleh Aji. Pukul 9 pagi laki-laki itu sudah harus mengadakan meeting dengan Divisi Purchasing lokal maupun ekspor. Setelah meeting yang menghabiskan waktu satu jam lebih itu, berapa menit kemudian di lanjut dengan meeting dengan beberapa klien yang diadakan di luar.

Pukul 3, mereka kembali ke kantor. Tanpa ada waktu istirahat terlebih dahulu, mereka langsung menuju ke lantai 12 untuk meeting terakhir hari ini, yaitu rapat umum dengan pemegang saham.

Septian berjalan memasuki ruangan rapat yang sudah di isi oleh sekitar lima belas orang pemegang saham paling tinggi. Arona dan Aji mengikuti langkah Septian, mereka duduk di kursi yang di sediakan untuk sekretaris di bagian belakang Septian. Sementara para pemegang saham duduk di meja panjang saling berhadapan.

Sebelum rapat ini di mulai, Aji sempat menjelaskan kepada Arona jika rapat umum pemegang saham kali ini membahas tentang pengesahan laporan keuangan tahunan perusahaan yang tahun lalu. Harusnya, rapat ini di lakukan paling lambat pertengahan bulan tahun ini, tapi Divisi keuangan baru bisa menyelesaikan laporan tahunannya sebulan yang lalu.

"Pak Septian, bagaimana bisa pengesahan laporan tahunan baru diadakan sekarang? Bukankah ini sudah terlambat 4 bulan?" Ati, salah satu pemegang saham menyuarakan komplainnya terhadap rapat yang diadakan terlambat. Ucapan Ati itu disetujui oleh hampir keseluruhan pemegang saham yang ada di ruangan itu, mereka saling sahut bersahutan.

"Benar kata Bu Ati. Kenapa perusahaan bisa semena-mena seperti ini? Bukankah itu laporan wajib yang harus kami terima tepat waktu?" Darma menambahkan ucapan Ati sebelumnya.

Septian terlihat santai saja dengan pemegang saham yang meminta hak wajibnya itu. Bukan hanya mereka, keluarga Septian juga menjadi pemegang saham tertinggi di perusahaan ini. Sementara Purnomo, selaku Direktur Keuangan merasa gelisah di dalam duduknya. Segala keterlambatan laporan tahunan ini bersumber darinya dan bawahannya yang tidak bisa menyelesaikan laporan tepat waktu.

"Saya harap kalian semua menghargai kehadiran Saya di sini." Septian menginterupsi, membuat suasana gaduh berubah hening. "Ayah Saya saat ini harus mengurus perusahaan yang ada di LA, dan berhalangan untuk hadir. Segala tanggung jawab dalam rapat kali ini dilimpahkan kepada Saya. Saya mengerti dengan kekhawatiran kalian semua, tapi Saya tidak setuju dengan kalian yang menyalahkan perusahaan sepenuhnya. Bagian kalian akan tetap ada sebagaimana mestinya. Kalian tidak dirugikan sama sekali dalam hal materiil maupun tenaga."

Aji bangkit dari duduknya ketika Septian sedikit mengangkat tangan kirinya, memberikan kode kepada Aji. Laki-laki itu menyerahkan tablet kepada Septian. Di tablet itu terdapat data kepergian para pemegang saham dalam kurun waktu 6 bulan ini. Aji menyiapkan semuanya atas perintah Septian karena tahu para pemegang saham akan menyalahkan perusahaan di rapat kali ini.

SEPARO (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang