#story14
Apakah ada yang percaya dengan cinta pada pandangan pertama? Beberapa orang mungkin berpikiran jika ungkapan tersebut sangat mustahil, karena cinta butuh waktu untuk tumbuh, butuh pembiasaan untuk bisa hadir di hati seseorang. Namun, Septia...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Baca fake chat di Instagram duluu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Apa yang terjadi di masa lalu seseorang bukan urusan orang baru. Arona yang hanya orang baru di kehidupan Septian, belum mengenal dengan baik laki-laki itu, dan saat masa lalu terkuak, Arona menemukan kebimbangan. Dia tidak meragukan Septian, dia hanya meragukan dirinya sendiri. Apakah dia mampu membuat Septian terus ingin bersamanya?
Kadang kala, rasa bosan akan menghampiri. Bahkan tanpa di sadari. Perlahan namun pasti, rasa bosan itu ada. Hal itu yang membuat Arona takut. Bagaimana jika Septian bosan dengannya? Seperti rasa bosan yang laki-laki itu rasakan terhadap mantan kekasihnya yang sebelumnya. Mungkin, saat ini, perasaan cinta di hati Septian masih menggebu-gebu. Namun, tidak ada yang tahu apa yang nantinya akan laki-laki itu rasakan jika sudah menghabiskan waktu lama dengan Arona.
Arona tahu, jika kita memutuskan untuk membangun sebuah komitmen dengan seseorang, maka kita harus mempercayai orang itu. Arona juga tahu jika kita memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seseorang, maka kita harus siap dengan serangan masa lalunya. Karena, tidak semua orang memiliki masa lalu yang indah, dan tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan.
Walaupun Arona bisa menerima keadaan Septian dengan lapang dada, tapi itu tidak menjamin mereka akan terus bersama. Arona bisa saja menjaga cintanya agar tetap terus ada. Namun, apa Septian bisa melakukan hal yang sama?
Bohong jika Arona mengatakan dia tidak merasa takut. Kalau boleh jujur, dia takut untuk melanjutkan hubungan dengan Septian. Dia takut di tinggalkan. Dia takut cinta di hati Septian hanya bertahan sebentar. Dan Arona takut jika dikecewakan.
“Belum siap-siap lo?” tanya Salma. Perempuan itu baru masuk ke dalam kamar dengan menenteng sebungkus makanan ringan. Mulut Salma sibuk mengunyah makanan ringan yang dia masukkan ke mulut. Salma mendudukkan bokongnya di kasur, menatap ke arah Arona yang duduk di depan meja rias.
Arona menghela napas panjang. Dia enggan untuk mengangkat tangannya. Sedari tadi dia hanya menatap kosong ke arah cermin yang menampilkan tubuhnya berbalut minidress berwarna choco dengan sebuah pengikat di bagian pinggang yang bisa di atur sesuai keinginan. Dan Arona hanya mengikatnya sekali, tidak membentuk sebuah pita. Dress itu memiliki lengan panjang dengan belahan dada rendah berbentuk segitiga. Di bagian pahanya memiliki potongan zigzag dengan belahan berbentuk segitiga. Di bagian depan pinggang ke paha, ada tiga kancing berderet.