EPILOG

1K 33 0
                                        

Segala niat baik itu memang harus di segerakan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Segala niat baik itu memang harus di segerakan. Niat Septian untuk menikahi Arona adalah sebuah niat baik. Maka dari itu, Septian menyegerakan pernikahan itu. Laki-laki itu langsung menyampaikan keinginannya kepada kedua orang tuanya, dan mereka menyetujui Septian untuk menikah dengan Arona. Selain meminta restu orang tuanya, Septian juga meminta restu kepada Adit, kakak laki-laki Arona, satu-satunya keluarga yang Arona punya.

Saat pertama kali bertemu dengan Adit, Septian merasa gugup, takut kehadirannya tidak di terima dengan baik mengingat dia belum memperkenalkan diri sebelumnya. Dia menemui Adit hanya saat ingin meminta restu untuk menikahi Arona saja. Ternyata, Adit menyambut Septian dengan tangan terbuka.

Adit menatap ke arah Septian yang duduk di sebelah Arona. Septian baru saja mengutarakan niat baiknya untuk menikahi Arona. Adit yang belum pernah di kenalkan dengan kekasih Arona sedikit terkejut karena tiba-tiba saja adiknya itu membawa laki-laki yang akan dia jadikan sebagai suami.

“Kamu bawa Septian bukan karena Mas tanya kapan kamu nikah, kan, Dek?” tanya Adit.

Arona mengangkat kepalanya, kemudian menggeleng. “Bukan, Mas. Aku sama Septian udah kenal sebelum Mas tanya kayak gitu, cuman aku enggak tahu kalau Septian yang akan lamar aku.”

Adit tersenyum, kemudian beralih menatap Septian. “Kamu yakin mau menikah sama Arona?”

Septian mengangguk. “Yakin, Mas.” Septian ikut memanggil Mas kepada Adit karena Arona memanggil kakaknya begitu. Persetan dengan usia, toh, Adit akan menjadi kakar iparnya nanti.

Kamu yakin bisa bahagiain adik Saya?”

Septian langsung mengangguk tanpa berpikir lagi. Dia sudah yakin dengan Arona, dan akan memastikan kebahagiaan perempuan itu. “Aku yakin, Mas.”

Adit tersenyum. “Kalau kamu menikahi Arona, semua tanggung jawab Saya akan berpindah kepada kamu. Kamu bertugas menjaga dia dengan baik, perlakukan dia layaknya permata yang harus kamu jaga, buat dia bahagia, dan merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini.” Adit beralih menatap Arona yang kini menatapnya dengan mata berkaca-kaca. “Dia adik Saya yang paling Saya sayangi, satu-satunya keluarga yang Saya punya.”

Adit kembali menatap Septian. “Kamu memiliki tanggung jawab besar atas kebahagiaannya. Kalau sampai suatu saat nanti kamu menyakitinya, kamu akan berurusan dengan Saya. Kalau seandainya nanti kamu udah enggak menginginkan Arona lagi, pulangkan dia secara baik-baik kepada Saya. Kamu bawa dia dengan baik-baik, maka pulangkan dia dengan kondisi baik juga. Walaupun Saya berharap kamu enggak akan pernah memulangkan Arona.”

Adit menghela napas sejenak saat dadanya terasa sesak. “Tapi, enggak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Hanya satu yang Saya minta, pastikan dia baik-baik saja tanpa ada luka fisik maupun bathin. Jika kamu melukai adik Saya, maka Saya juga akan terluka.”

SEPARO (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang