-
-
-
-
Khala sempat terkejut saat mendapati Emeli yang sedang memasak di dapur . Niat hati ingin menghindar tapi persensi nya sudah terlihat terlebih dahulu oleh tantenya . Mau tidak mau Khala melanjutkan langkahnya untuk membawa selai stroberi yang ada di laci atas , tepatnya di atas kepala tantenya yang sedang memasak .
" Mmm , pagi Tante " sapa nya sedikit kikuk .
Emeli hanya menoleh kilat dan kembali mengarahkan pandangannya pada wajan yang berisi makanan untuk sarapan .
Ini masih pukul enam kurang , tapi Khala sudah siap dengan seragam lengkap nya tidak seperti biasanya . Ya , Neo membangunkannya dari jam lima lebih karena sudah Neo katakan bahwa mereka harus berangkat sedikit lebih pagi dari biasanya .
" Tante maaf , aku mau ambil selai yang ada di laci atas kepala Tante " ucap Khala pelan .
Emeli menatap sinis Khala dan langsung menggeser tubuhnya , memberi ruang untuk Khala untuk membawa selai yang ada di atasnya .
Khala yang mendapat kode dengan bergeser nya tubuh Emeli pun lantas melangkahkan kakinya . Tangannya sudah meraih laci yang ada di atas , tapi rupanya tidak sampai . Padahal Khala sudah menjinjitkan telapak kakinya guna menabah tinggi tubuhnya untuk membawa selai itu . Khala begitu menyayangkan pembuatan laci yang ada di atas . Mengapa ayahnya tidak membuat laci itu di samping agar memudahkan nya untuk mengambil barang yang ada di atas laci atas .
Jika tidak ada tantenya mungkin Khala sudah membawa kursi untuk mengambil nya . Tapi Khala tidak enak hati , karena pasti akan membutuhkan waktu untuk membawa kursi itu .
Khala menghela nafas pelan saat lagi lagi tangannya tidak bisa meraih benda yang diinginkannya.
Emeli yang di sampingnya menatap jengah kelakuan dari anak kakaknya . Cih , sangat menyusahkan .
" Terima kasih " Khala sedikit membungkukkan tubuhnya karena Emeli membawa selai itu dengan mudah dan langsung ia berikan pada Khala tanpa mengucapkan sesuatu .
" Dasar menyusahkan " sinis Emeli .
Khala tidak ambil pusing , dia langsung meninggalkan tantenya di dapur . Tidak lupa memberikan senyuman hangat meskipun hanya dibalas dengan tatapan sinis .
Khala tidak tau sampai berapa lama tantenya akan disini . Dilihat dari barang bawaannya , sepertinya tantenya akan menetap sedikit lebih lama . Khala bukannya tidak suka , tapi keberadaan tantenya selalu saja menguji mental nya . Entah dari ucapan atau sikap nya yang begitu dingin , hanya padanya . Khala tekankan hanya padanya . Karena jika sudah berbicara dengan Natha dan Neo , tantenya akan bersikap manis dan hangat berbeda jika sudah berbicara dengannya .
" Loh ini baru jam setengah enam loh dek , tumben udah siap gini ? " Tanya Saga yang baru saja turun dengan pakaian santai , ah sepertinya ayahnya belum mandi .
" Dek , udah mau berangkat ? Masih setengah enam ko "
Khala menoleh saat melihat persensi Oma yang baru saja sampai di meja makan .
KAMU SEDANG MEMBACA
LUKA KHALA
РазноеKuat nya hanya sebatas kata tanpa nyata , tawa yang mereka lihat hanya sebagian besar upaya untuk menutupi luka 🥀
