T i g a P u l u h D u a

252 18 6
                                        



_

_

_

_



Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





Saga sangat sadar , memaksa untuk mendekat hanya akan menyakiti anaknya secara psikis terlihat saat bagaimana tubuh itu masih saja beringsut ketakutan saat ia dekati . Saga belum mampu menyentuh anaknya barang sedikitpun , karena memang respon anaknya yang ketakutan yang membuat Saga memilih untuk memberi jarak terlebih dahulu . Baru mendekat sedikit saja Khala sudah menatapnya penuh ketakutan seakan dirinya adalah bomerang untuk anaknya . Namun tidak sedikit buruk , meskipun Khala tidak mau didekati setidaknya Khala masih mengizinkan Saga jika duduk di sofa ruang rawat nya . Padahal biasanya Khala tidak pernah bisa jauh dengannya barang sedikitpun , anak itu bahkan sering merengek saat ditinggal ke luar kota maupun luar negeri .

Saga sedikit menaikkan senyum nya saat melihat rengekan Khala yang meminta untuk keluar . Anak itu nampak begitu manja kepada bundanya , tidak membiarkan bundanya dekat dengan orang lain selain dirinya sedikitpun . Safira dengan kekeh masih menolak karena kondisi anaknya yang belum bisa dikatakan pulih pasca operasi pemasangan katup jantung yang dilakukan empat hari lalu saat mereka kelimpungan melihat Khala yang berteriak dan menangis histeris hingga membuat anak itu drop dan dalam keadaan yang sangat tidak baik sampai Gio memutuskan untuk melakukan operasi katup jantung malam itu juga .

Jika diingat lagi rasanya Saga tidak akan pernah siap . Dia takut , takut sekali . Saga bisa merasakan bagaimana hembusan nafas anaknya yang begitu pelan nyaris tak terdengar .

" Enggak bisa dek , nanti ini nya sakit lagi " ucap Safira mengusap pelan dada Khala . Anak itu langsung mengerucutkan bibirnya lucu dengan mata yang berkedip pelan .

" Aku bosen bunda , disini sumpek aku gak bisa liat apapun dan denger apapun selain barang barang ini " ucap Khala menunjuk arah monitor yang masih memantau keadaannya .

" Kan itu juga buat kebaikan adek , nanti kalo udah sembuh bunda janji akan temenin adek kemanapun adek mau "

Ternyata bukan hal mudah membujuk anak nya untuk tetap diruangan ini . Meski begitu Safira tidak pernah mengeluh sebab sikap khala kepadanya begitu lengket dan tidak mau ditinggalkan .

" Beneran bunda ? " Tanya nya memastikan . Safira menjawab dengan anggukan dan senyuman manis .

" Aku mau ke Jepang ya , aku kangen sama Oma " ucapnya antusias .
" Oma kenapa enggak pernah dateng sih pas aku sakit , biasanya Oma langsung dateng kalo aku sakit " ucapnya sedikit murung .

LUKA KHALA  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang