T i g a P u l u h

326 28 4
                                        




_

_

_

_




Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.








Khala mulai meremat jemarinya seperti tadi . Tubuhnya masih bergetar meskipun tidak mereka sadari , Khala begitu pintar menyembunyikan semuanya dibalik Hoodie kebesaran milik kakaknya . Khala mulai menatap wajah teduh milik bunda lalu kembali menunduk saat pandangan itu saling bertubrukan , Khala seperti tertangkap basah tengah memandang wajah Safira dengan seksama yang duduk di sofa di depannya .

Atmosfer ruangan mendadak jadi sedikit panas padahal diluar sudah sedikit mendung pertanda akan turun hujan , tapi Khala merasa ruangan ini seakan mendapat sorot dari matahari langsung . Setelah melewati perdebatan panjang di depan pintu Khala mengizinkan mereka masuk . Bukan apa apa , Khala hanya tidak mau sampai tamu atau warga sekitar tau ada perdebatan yang terjadi diantara keluarga nya Khala malu .

" Untuk kesekian kalinya ayah minta maaf dek , ayah tau ayah salah maafin ayah dek " mohon Saga , wajah tegas ayahnya kini nampak begitu sendu . Wajah yang sudah tidak ia temui saat tiga hari lalu . Tangan ayahnya mengepal tangan khala yang tidak seberapa tapi dengan cepat Khala langsung menarik tangannya menjauhi genggaman tangan ayahnya . Saga cukup terkejut dengan reaksi anaknya , tapi dia cukup mewajarkan mungkin anaknya masih belum bisa memaafkannya .

" Kita pulang ya dek , ayah janji akan memperbaiki semua "

" Dek , ini bunda " Safira berucap tiba tiba dengan nada lirih sebelum menunggu Khala menjawab pertanyaan ayahnya .

Khala menoleh , menatap wajah sendu Safira yang kini menatap nya begitu lekat dengan penuh harap . Khala ingin sekali memeluk tubuh ramping yang begitu cantik meskipun wajahnya tidak dipoles sama sekali , rambutnya terurai indah menambah kesan manis . Bukankah ini adalah mimpi Khala yang ia inginkan dari dulu bahkan dari kecil , ingin ada di samping bunda . Tapi Khala masih belum bisa menerima semua , bukan berarti Khala tidak menerima Safira menjadi bundanya , Khala hanya belum bisa membuka hatinya setelah semua ini terjadi meskipun Khala tau semua bukan salah bundanya .

Safira meraih tubuh ringkih anaknya untuk ia rengkuh tanpa persetujuan anaknya , Khala hanya diam tanpa respon . Khala bisa mendengar bagaimana Isak yang semakin keras dan juga tubuh yang semakin bergetar dari tubuh Safira  . Harum flower dari tubuh bunda begitu menenangkan , Khala merasa begitu nyaman dengan pelukan hangat bunda .

" Bunda kangen sayang , bunda kangen sekali . Bunda selalu berdoa sama tuhan biar bisa cepet bertemu sama putra bunda , tapi bunda bahkan tidak pernah menyadari kalo putra bunda beberapa kali selalu ada di sisi bunda " ucap Safira  .

LUKA KHALA  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang