D u a P u l u h T u j u h

330 27 0
                                        











-

-

-

-





Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.








Dalam perjalanan hidup tidak semua bisa berjalan mulus seperti yang kita mau , kita tidak bisa melawan takdir yang sudah digariskan . Pohon yang bergelimang dengan daunpun ada gugurnya , laut ada pasang surutnya apalagi kehidupan manusia yang semua sudah di atur .

Batu yang begitu keraspun lama kelamaan akan terkikis hanya dengan tetesan air hujan yang berkepanjangan , apalagi perihal manusia yang terus terus dihujami dengan luka luka yang terus menerus di berikan . Khala tidak pernah sekuat itu , dia itu aslinya lemah dan hanya berpura pura kuat . Sekali lagi Khala katakan , orang orang dewasa itu begitu rumit dan tidak bisa diprediksi hanya dengan di kira kira .

Setelah rahasia besar yang terbongkar Khala kira semua akan usai , tapi itu malah sebaliknya ini baru awal dari segalanya karena setelahnya Khala harus menelan kembali rahasia rahasia yang lebih besar dan tidak terduga . Khala pikir menjadi dewasa itu menyenangkan , tapi belum dewasa pun Khala sudah merasakan bagaimana pahitnya kehidupan . Otak yang biasanya bekerja untuk memahami berbagai materi pelajaran kini penuh dengan segala pelajaran kehidupan juga pikiran pikiran yang seharusnya tidak ia pikirkan dan ia duga sebelumnya .

" Demi apapun aku enggak pernah selingkuh , aku berani sumpah mas "

" Jelas jelas aku ngeliat buktinya dengan mata kepalaku sendiri Safira ! " Ucap Saga dengan nada begitu lantang .

" Itu semua cuma rekayasa , itu semua enggak bener . Aku bahkan enggak pernah sekalipun ketemu sama cowo itu mas , aku enggak tau dia siapa "

Khala meremat tangannya kuat hingga buku jarinya memutih . Khala memandang interaksi dua manusia itu dari balik tembok yang tak jauh dari ruang tamu . Dunia begitu sempit . Safira yang ia kenal sebagai owner cake dan orang yang membantunya saat itu ternyata adalah bundanya , bunda kandungnya .

Disamping safira ada Tante Anne yang senantiasa menemaninya , juga Natha yang juga berdiri di sebelah ayahnya . Khala yang saat itu memang sedang di taman belakang langsung melangkahkan kakinya saat mendengar suara yang cukup keras dari dalam rumah .

Khala tidak tau apa yang dia rasakan saat ini . Selama ini Khala selalu berdoa agar bisa bertemu bunda di alam mimpi , meminta bunda untuk sekedar datang meskipun hanya sebentar . Tapi kali ini Khala merasa Denial . Padahal sudah terpampang jelas di depan matanya , bunda kandung yang ternyata masih hidup yang selalu ia nanti kehadiran nya ada disini nyata tapi khala tidak bisa merasakan apapun . Khala merasa semua hanya kosong seolah mati rasa .

LUKA KHALA  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang