Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dibalik kaca pembatas , Saga menatap pilu bagaimana wajah Khala yang begitu pucat nampak tertpejam damai dengan beberapa alat medis yang menempel pada dada anak itu juga selang panjang yang disambungkan melalui mulut kecil anaknya . Khala harus merasakan kembali intubasi endotrakeal sebab penangan darurat yang dilakukan Gio . Hatinya begitu mencelos , terakhir kali dia melihat anaknya berada di ruangan dingin itu beberapa tahun yang lalu . Saga tidak menyangka anaknya kembali ke ruangan dingin ini .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Otaknya berputar mengingat bagaimana teriakan Neo yang begitu keras menggema . Bagaimana anak tenganya itu sedang memeluk erat tubuh adiknya yang sudah terpejam erat , dengan hembusan nafas yang begitu pelan nyaris tidak terdengar . Dengan panik dia langsung membawa anaknya kedalam pangkuannya , sepanjang jalan anak tengah nya tidak berhenti memberi rangsangan agar anak bungsu nya itu bangun . Tapi nihil , anak nya bahkan belum juga bangun sampai sekarang .
Koridor nampak sepi , tidak seramai biasanya karena memang sudah tengah malam membuat tempat ini semakin terasa dingin . Neo duduk dengan wajah lelah juga Natha yang duduk disamping adiknya dengan wajah yang sama . Sudah enam jam setelah Khala dilarikan ke rumah sakit dikabarkan kritis , tidak ada satupun dari mereka yang pulang untuk sekedar mengganti baju .
" Sebelumnya gue turut berduka cita atas meninggalnya nyokap sama keponakan Lo , maaf gue tadi kesana sebentar dan enggak nyamperin Lo karena emang penuh banget yang ngelayat gue cuma ketemu sama Ryan tadi . Tante Lisa orang yang baik , gue yakin dia pasti di tempatkan di tempat yang paling terbaik " Gio menepuk pelan bahu sahabat yang ada di hadapannya , memberi banyak support untuk sahabat nya .