D u a P u l u h D e l a p a n

331 22 0
                                        



_

_

_

_


_

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



" Apa yang sebenernya terjadi mas " tanya Safira dengan tatapan sendu tapi begitu lembut . Tatapan yang sudah sangat lama sekali Saga lihat . Saga merasa ada ruang rindu yang begitu besar saat pertama kali melihat Safira yang datang tadi . Sudah sangat lama sekali Saga tidak melihat wanita yang dulu berstatus sebagai istrinya , bunda nya Khala .

Saga menghela nafas berat , menatap Safira dengan penuh rasa bersalah . " Pertama tama aku minta maaf Ra karena udah enggak percaya sama kamu . Andai dulu aku enggak termakan omongan Emeli pasti kamu enggak akan terpisah dari Khala  , aku minta maaf yang besar besarnya terutama atas nama Emeli adikku " ucap Saga penuh sesal .

" Khala itu anak yang penurut polos dan juga aktif . Selama ini aku melihat Khala layaknya anak remaja pada umumnya , aku gak pernah tau kalo sebenernya aku enggak pernah bisa memahami Khala . Aku enggak pernah nyangka ternyata anak sepolos Khala harus dipaksa dewasa di umur yang seharusnya tidak perlu memahami semua ini , aku minta maaf "

" Aku gak suka bertele tele mas " ucap Safira dengan nada datar . Sungguh Safira hanya menanyakan mengapa anaknya bisa sampai setantrum ini dengan emosi yang begitu menggebu gebu . Meskipun hanya sebentar tapi Safira bisa merasakan bagaimana sifat Khala yang memang manis dan juga aktif , tapi dia tidak menyangkan anak manis itu mempunyai sisi yang berbanding terbalik seperti tadi . Bukan apa apa , dia hanya takut anak nya kenapa kenapa sebab emosi yang anaknya keluarkan takutnya menganggu psikis anaknya .

" Emeli tidak pernah menyukai Khala , dia selalu bersikap kasar sama Khala bahkan dia enggak akan segan segan untuk main tangan sama Khala Ra . Aku selalu kecolongan atas perbuatan adik aku sendiri . Sampe di titik kemarin saat kita selesai pemakaman ibu dan juga anak bungsu Emeli , Emeli memberitahukan semua nya di depan Khala . Emeli menyebut Khala dengan kata kata yang tidak pantas dan dia membongkar rahasia bahwa sebenarnya Khala bukanlah anak dari Sekar "

Natha merasa ruangan ini lebih mencekam , bahkan lebih dingin saat tadi dia ada di situasi tantenya yang rahasianya terbongkar . Natha bisa melihat bagaimana tangan lentik bunda tirinya yang mengepal kuat di sisi dress yang ia pakai .

" Aku enggak pernah kasih tau Khala kalo sebenernya bunda kandung itu kamu . Khala hanya tau jika bunda kandung nya adalah Sekar , dan yang Khala tau Sekar meninggal karena melahirkannya . Aku sengaja enggak kasih tanggal kematian di nisan Sekar . Aku takut semua nya terbongkar , karena dulu aku merasa kamu begitu tega berhianat "

LUKA KHALA  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang