-
-
-
-
Warna jingga kini mewarnai hampir semua langit yang ada di atas . Setelah di guyur hujan hampir satu jam , matahari kembali muncul ketika rintik itu berhenti . Cuaca menuju akhir taun memang tidak bisa di prediksi .
Neo melanjukan kuda besi nya dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibukota yang cukup ramai , menikmati indahnya senja di sore hari . Jalanan yang basah mampu menghilangkan debu debu yang biasa nya berterbangan tertiup angin . Sesekali Neo menyapa para pedagang yang ada di sisi jalan , sedikit sksd memang . Sebalas dua belas dengan Khala , Neo juga orang nya begitu random .
Neo menghentikan motornya setelah hampir lima belas menit berkendara . Tangannya meraih helm lalu ia letakan di spion motor . Neo membawa langkahnya masuk menuju salah satu toko yang tidak jauh dari parkiran .
" Selamat sore mas " sapa salah satu karyawan membungkukkan setengah badannya dengan nada yang begitu ramah . Sontak Neo pun membalas tak kalah ramah , gigi kelincinya bahkan terlihat begitu manis saat ini .
" Saya mau pesen cake stroberi tapi boleh request nggak ya kak " tanya nya sopan .
" Boleh mas , sebentar ya kebetulan ada owner nya langsung jadi mas bisa langsung request "
Wanita yang kisaran umur 20 tahunan itupun melangkahkan kakinya masuk setelah izin berpamitan . Tak lama kemudian dia datang bersama satu wanita yang cukup terlihat lebih tua dengan balutan apron yang menyampir apik di dress putih nya .
" Ada yang bisa saya bantu dek " tanyanya ramah dengan nada lembut .
Neo menatap sorot teduh milik wanita yang baru saja bertanya . Nada lembut nya terdengar begitu manis di telinganya .
" Mmm iya bu " ucap Neo sedikit bingung harus memanggil wanita itu apa .
Wanita itu hanya menggelengkan kepalanya terkekeh melihat tingkah Neo .
Neo mengangguk , menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena gugup .
" Saya mau pesen cake stroberi bu , tapi boleh request bahannya gak ? Gak masalah untuk biayanya "
" Boleh "
" Saya pesen lima cake stroberi , bahan sehat ya bu soalnya adek saya gak bisa makan kue yang terlalu manis , adek saya juga lagi sakit jadi mau gak mau saya harus nurutin kemauan adik saya . Saya bingung gimana ngomong nya karena enggak ngerti sama yang begituan , ayah saya cuma bilang minta ke tukang cake nya buat cari bahan yang sehat udah itu aja " jelas Neo .
Owner kue yang karyawan tadi sebutkan itu adalah Safira . Safira menggelengkan wajahnya , terkekeh melihat betapa lucu nya remaja yang ada di hadapannya .
" Iya , boleh . Tapi nunggu sedikit lebih lama ya dek , soalnya saya harus ke minimarket dulu buat beli bahannya "
Neo mengangguk . Setelahnya Neo pun melangkahkan kakinya ke salah satu kursi kosong yang berada tidak jauh dari kasir .
Sebelum pulang ayahnya menelfon untuk mampir dulu ke toko kue , Khala menelfon dengan nada yang begitu berisik meminta Neo untuk membelikannya cake . Neo bahkan sampai menjauhkan ponselnya sedikit dari telinganya karena suara Khala yang memang bising . Padahal semalaman anak itu terlihat begitu menyedihkan , hanya terbaring dengan infus juga kompresan yang ada di dahinya . Tapi siangnya anak itu kembali ke mode awal , berisik dan tidak mau diam .
KAMU SEDANG MEMBACA
LUKA KHALA
RastgeleKuat nya hanya sebatas kata tanpa nyata , tawa yang mereka lihat hanya sebagian besar upaya untuk menutupi luka 🥀
