D e l a p a n b e l a s

433 25 0
                                        


-

-

-

-







-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.










Manusia baru menyesal ketika sudah menyadari betapa parahnya kesalahan yang sering kali mereka perbuat . Nasi sudah menjadi bubur , tidak akan bisa kembali seperti semula . Bak kaca yang sudah ribuan kali dilempar batu , setebal apapun kaca itu akan hancur . Jika sudah begini , apakah ada yang sanggup membuat kaca itu kembali utuh ? . Batu yang keraspun semakin lama akan terkikis jika terus terhantam air , apalagi dengan mental bukan . Mental yang baik akan hancur jika terus menerus diterpa makian cacian bahkan hinaan dan ucapan ucapan yang begitu sarkas . Jika sudah begini siapa yang patut disalahkan? .

Hujan dibulan November akhir ini menjadi bukti , turutnya kesedihan yang kini melanda . Terpaan angin yang tertiup mampu menjatuhkan beberapa daun yang sudah menguning sebab terlalu renta . Sahutan petir menggelegar membuat kota yang sudah gelap ini mampu terang dalam sekejap .

Emeli membuka pintu dengan kasar saat Saga kini menatapnya tajam , bahkan tatapan itu begitu menusuk . Dengan segala amarah yang memuncak Emeli membawa satu koper berukuran sedang untuk ia taruh di mobil . Lisa turut melihat , tidak mencegah sama sekali .

Setelah perbincangan panas tadi , Saga menegaskan untuk menyuruh adiknya pulang ke Jepang . Tidak bukan alasan , karena kesalahannya adiknya saat ini sudah begitu fatal . Saga tidak mau kembali menyakiti anaknya , anaknya adalah sebagian dari hidupnya . Jika dulu Saga akan membicarakan ini dengan kepala dingin , tidak dengan sekarang . Dia lebih memilih putus persaudaraan daripada harus terus menerus melihat tingkah adiknya yang sudah keterlaluan ini .

" Kamu akan menyesal karna udah ngusir aku kaya gini mas "

Saga tidak mengindahkan ucapan adiknya itu , dia lebih memilih memalingkan wajahnya .

" Aku bahkan gak pernah tau sampe kapan aku bisa menahan semua ini . Cepat atau lambat , serapat apapun kamu menutup bangkai pasti akan tercium juga "

Saga menoleh , tatapan tajam itu kini berubah begitu dingin . " Saya enggak akan memaafkan kamu sebelum kamu menyadari kesalahan kamu Emeli . Sudah cukup kamu menyakiti anak saya , saya juga tidak akan segan segan berbuat nekat jika kamu terus mengganggu anak saya . Hiduplah layaknya seorang adik dan Tante yang baik pada umumnya , maka semua tidak akan serumit ini "

Saga melenggang pergi , meninggalkan Emeli yang masih berdiri di teras dengan hujan yang masih mengguyur ibukota .

" Mama harap kamu menyadari kesalahan yang udah kamu perbuat Emeli . Mama tidak akan Setega ini kalo kamu enggak senekat tadi . Kamu bahkan terlalu menyakiti Khala , bukan hanya fisik tapi juga hatinya . Mama sudah memesankan kamu tiket dan sudah menyuruh supir mama untuk menjemput kami di airport , mama harap ini pertama dan terakhir kali nya mas mu semarah ini sama kamu " ucap Lisa lalu menyusul Saga kedalam .

LUKA KHALA  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang