T i g a P u l u h S a t u

308 26 4
                                        





_

_

_

_





Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.









Khala sudah dipindahkan ke rumah sakit ditempat Gio bekerja seperti biasanya . Keadaan Khala berangsur membaik meskipun belum siuman , tapi itu tidak terlalu buruk maka setelah mengurus segala sesuatunya Saga memilih untuk merujuk Khala ke rumah sakit Jakarta . Selain tempat yang lumayan jauh , Saga merasa rumah sakit di Jakarta lebih terjamin dan lebih banyak fasilitas nya yang lengkap dibandingkan disini .

Kira kira pukul enaman Khala dirujuk dan sampai di Jakarta sekitar pukul sembilan . Selain jalanan yang memang cukup macet , jalanan puncak terbilang tidak mulus dan itu memperlambat waktu tempuh yang seharusnya dua jam setengah sudah sampai ngaret kurang lebih setengah jaman . Mereka bersyukur kondisi Khala saat dirujuk tidak menurun . Safira beberapa kali menyuruh supir ambulance untuk memelankan laju jalannya yang terbilang cukup tinggi kecepatannya , padahal supir hanya menjalankan tugasnya agar pasien segera sampai . Tapi kekhawatiran Safira lebih besar , meskipun tidak dipungkiri dirinya juga ingin cepat sampai .

Di ruang rawat ini hanya ada Safira dan Neo yang kini duduk di sofa sebelah ranjang milik Khala . Kata Gio , perkiraan Khala akan segera bangun maka dari itu Safira dan Neo memilih makan siang di ruang rawat Khala karena tidak ada yang menjaga . Saga dan Natha pulang terlebih dahulu untuk membersihkan badan , berbeda dengan Safira dan Neo yang memilih membersihkan badan di rumah sakit . Selain itu , Natha juga harus datang ke kampus untuk mengirim beberapa file tugasnya sedangkan Saga memilih untuk pulang dulu karena Neo yang masih belum mau bicara dengannya .

" Makan yang banyak sayang , ini juga dimakan ya " Safira mengusap lembut pucuk kepala Neo yang kini sedang melahap beberapa makanan yang ia pesan tadi .

" Iya iya bunda "

Setelah kejadian di koridor rumah sakit kemarin , kecanggungan Safira dan Neo mulai membaik . Neo menerima baik Safira , bahkan anak itu tidak segan segan untuk merengek akan hal kecil seperti tadi contoh nya . Neo yang memang notabennya si manusia tinggi gengsi cukup canggung saat Safira memperlakukannya dengan begitu lembut , seperti mengusap kepala berkata dengan nada begitu pelan dan begitu over protektif dengan segala hal . Jika dia Khala mungkin dia akan menerima semua dengan sangat sangat senang . Tapi Neo tetaplah Neo , manusia si tinggi gengsi itu malah terlihat malu malu mendapat perhatian dari bunda sambungnya .

" Ganteng banget anak bunda " puji Safira mengusap pipi kanan Neo dan tentu Neo langsung mendelik gemas , antara senang dan malu .

LUKA KHALA  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang