Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Khala tidak mengeluarkan sepatah katapun sejak sadar satu jam yang lalu . Anak itu hanya menatap kosong plafon putih tanpa mengalihkan pandangannya . Saga sudah mencoba mengajak bicara anak bungsunya , tapi yang ia dapatkan hanyalah wajah Khala yang terus berpaling . Saga paham , anaknya pasti begitu marah dengannya atas kejadian kemarin sore .
Khala kira setelah dia melewati tidur panjangnya dia akan baik baik saja , tapi ternyata salah . Tidak ada yang baik baik saja , pun dengan hatinya yang masih saja penuh dengan kekecewaan juga kepalanya yang masih saja berisik tanpa ampun . Lelah menelan kekecewaan membuat nya ingin sekali kembali tidur panjang tanpa harus memikirkan apapun itu .
Tidak ada yang tau bagaimana dia mati matian harus berdamai dengan kondisi nya yang selalu menyalahkan diri sendiri karena sudah membuat bunda meninggal , tapi sekarang apa ? . Dia bahkan harus menelan fakta bahwa sebenernya dia dan kedua kakaknya bukanlah anak yang terlahir dari bunda yang sama . Lalu dimana bundanya saat ini , dimana wanita yang telah melahirkan nya itu . Mengapa semua orang begitu rapih dalam menyembunyikan rahasia sebesar ini .
Angin yang berhembus pelan melalui jendela yang dibuka mampu membuat rambut kecilnya bergoyang . Cuaca hari ini cukup bagus , Khala bisa merasakan hangatnya bumantara yang berlomba lomba masuk melalui jendela kamar rawat nya .
" Lo bisa marah , kalo Lo mau . Lo gak usah terus terusan berpura pura kuat di depan kita . Ayok , Lo bahkan enggak nangis saat nganterin Oma sama Raffa kemaren . Ayok keluarin Khala , gue tau hati kecil Lo begitu rapuh " ucap Neo . Neo muak melihat bagaimana sikap so dewasa nya adiknya itu . Padahal dia tau adiknya itu tidak pernah sekuat itu . Neo tidak mau Khala terus terusan memendam semuanya . Dia takut bom itu meledak tanpa bisa adiknya kendalikan . Neo takut Khala tidak mampu menahan semuanya .
Netra kembar nya memanas , ucapan Neo seakan memancing kembali emosi khala yang sempat terpendam . Khala tidak mengerti mengapa tidak ada satu tetespun air matanya yang keluar . Terdengar kejam bukan . Disaat semua orang berlomba lomba menangisi kepergian Oma dan juga Raffa , Khala malah dengan teganya tidak mengeluarkan setetespun air mata perpisahan . Khala tidak mengerti , semua ini nampak begitu sangat tiba tiba . Khala hanya merasa semuanya kosong , jiwa nya seakan ditarik menjauh tanpa bisa ia raih kembali . Langkah demi langkahnya terasa begitu gamang , seolah tidak menapak sama sekali saja berjalan .
Neo yang melihat mata adiknya berkaca kaca lantas mulai mendekat . Sedangkan Saga , ayahnya itu pamit keluar untuk membeli makanan untuk mereka makan siang .