D u a P u l u h S e m b i l a n

311 32 2
                                        









_

_

_

_











Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.








Natha menghela nafas panjang . Dia lalu membaringkan tubuhnya dengan kasar , mengusap wajahnya frustasi . Natha menatap kosong plafon putih kamarnya , pikirannya melayang entah kemana . Pandanganinya beralih menatap figura foto kebersamaan dirinya dan dua adiknya dengan Natha dan Neo yang saling memeluk si bungsu ditengah .

Ini sudah hari kedua setelah Neo dan juga Khala meninggalkan rumah . Tidak ada kabar sama sekali , bahkan tidak ada nomor yang dapat Natha hubungi . Natha tidak tau kemana Neo membawa Khala kemana pasalnya pihak sekolahpun sampai menanyakan absensi mereka yang sudah dua hari tidak sekolah . Natha sudah mengerahkan seluruh nya yang ia bisa untuk mencari kedua adiknya tapi belum juga ada hasil .

" Kalian kemana sih " ucapnya pelan sarat akan kekhawatiran .

" Kak "

Natha menoleh saat mendapati presensi ayahnya yang kini berjalan mendekatinya dengan setelan jas yang tadi pagi ia lihat sebelum berangkat kuliah . Wajah ayahnya terlihat begitu lelah , matanya begitu sendu meski memamerkan senyum yang terkesan di paksakan .

" Gimana yah ? " Tanya Natha penuh harap .

Saga menggeleng pelan , setelahnya raut wajah Natha kembali muram .

" Gak papa , ayah akan berusaha cari adik adik kamu biar cepet ketemu . Maaf , karena ayah semua jadi gini "

" Enggak yah , ini juga salah Natha . Ayah gak perlu ngerasa bersalah , kita cari Neo sama adek bareng bareng ya " ucap Natha dengan senyum tipis , Saga menganggukkan kepalanya . Natha tidak mau ayahnya terus menyalahkan diri nya sendiri . Ayahnya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk anak anaknya meski terkadang salah dalam menyampaikan .

" Ayok turun , kita makan dulu " Natha mengangguk .

Setiap langkahnya Natha merasa kekosongan . Rumah yang biasanya ramai dengan dua penghuni yang tidak pernah mau mengalah kini terlihat begitu sunyi . Meja makan yang biasanya ramai kini terasa begitu hening , hanya ada suara dentingan sendok yang saling beradu .

Ternyata begitu besar pengaruh kedua adiknya di rumah . Rumah begitu sepi ketika penghuninya berkurang . Baru dua hari tapi rasanya Natha sudah ditinggal bertahun tahun , begitu terasa lama .

LUKA KHALA  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang