D u a P u l u h E m p a t

306 23 1
                                        





_

_

_

_



Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







Raffa dan Lisa sudah selesai dikebumikan keesokan harinya . Mereka memutuskan untuk mengebumikan dua raga tak bernyawa itu di Jakarta tempat kelahiran kedua nya karena tidak memungkinkan untuk mereka bawa ke Jepang . Dewa memutuskan untuk pindah ke Indonesia setelah ini , memboyong keluarga kecilnya untuk kembali menempati jakarta . Dewa akan memindahkan kuliah Kafka di universitas yang sama dengan Natha . Sedangkan tuan Mahendra daneswara memutuskan untuk menghabiskan masa tua nya di Jepang setelah ditinggal sang istri , tidak ada yang bisa membatas sebab itu adalah keputusan mutlak . Setelah acara pemakaman selesai Mahendra memutuskan untuk kembali pulang karena tidak kuat untuk terus mengingat mendiang istri juga cucu nya .


Didepan pusaran anaknya yang masih basah , Emeli masih menangis sendu meskipun sudah tidak meraung raung seperti semalam . Tidak ada yang sedih perihal ditinggalkan, apalgi ini ditinggalkan darah daging nya sendiri . Wanita itu tidak henti hentinya mengucapkan banyak kata untuk membangunkan anaknya dari semalam tapi semua hanya sia sia . Raffa sudah benar benar meninggalkannya tanpa pesan sedikitpun .

" Mami gak bisa hidup tanpa Raffa sayang , gimana kehidupan mami kalo Raffa enggak ada " lirih Emeli serak .

Dewa meraih pundak istrinya , " kita pulang ya , udah mau ujan . Raffa pasti sedih banget kalo misalnya liat mami nya sakit , disini masih ada aku sama kafka . Apa kamu enggak kasian liat Kafka " .

Emeli menoleh , melihat bagaimana Kafka yang juga kacau tapi hanya bisa berdiam diri tanpa mengucapkan apapun . Air mata itu terus turun tanpa henti menatap nisan adik kecilnya yang kini ada di balik gundukan tanah basah . Raffa adalah adik satu satu nya dan saudara satu satunya bagi Kafka . Meskipun anak itu sering mengganggunya dan selalu membuat rusuh , sungguh Kafka sangat begitu menyayangi adik kecilnya . Tidak ada yang ikhlas perihal kehilangan , apalgi kehilangan saudara kandung . Jika Kafka bisa menukar jiwanya dengan Raffa mungkin akan dia lakukan .

Kafka yang akhir akhir ini lebih intens dengan adiknya merasa gemas apalagi ketika dia selalu spam panggilan saat menelfon Khala yang tidak mau mengangkat nya sama sekali . Terakhir dia bertatap muka dengan adiknya itu dua hari sebelum dia pulang , itupun karena kafka menanyakan Khala . Kemarin sore sebelum Raffa berangkat ke bandara pun mereka sempat bertelfonan karena Raffa yang menyuruh Kafka untuk menjemput nya dengan Oma . Kafka tidak menyangka suara panggilan singkat itu menjadi akhir dari Kafka yang mendengar suara adiknya .

LUKA KHALA  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang