Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pada akhirnya manusia hanya bisa berekspetasi menyusun segala hal agar berjalan sempurna , lalu dimana takdir tuhan . Mereka bahkan sering kali lupa melibatkan takdir tuhan yang sudah tergaris . Kecewa bukankah suatu hal yang berlebihan karena manusia tidak pernah tau bagaimana takdir kedepannya . Sama seperti Saga , planning yang ia susun serapih mungkin pada akhirnya hanya sia sia .
Dalam remang nya lampu taman , Saga menggenggam erat tangannya mengepal diantara sisi tubuhnya . Matanya menatap luas hamparan taman yang masih basah karena hujan tadi sore .
" Kenapa kebahagiaan itu selalu jauh untuk bisa aku dapatkan . Apa ini adalah balasan atas rasa sakit yang tidak atau pun sengaja aku berikan . Tuhan , aku mohon jangan hukum aku terlalu dalam seperti ini . Ambilah aku jika memang itu karena dosa ku , jangan kau ambil orang orang yang ada di sekitar ku "
Matanya berkaca kaca , menatap hamparan langit malam yang cukup cerah malam ini .
Mari , perbaiki semua dalam segala hal dengan rasa syukur dan ikhlas yang luas .
Matanya mengerjap beberapa kali , sesekali meringis saat merasakan perih dan pening secara bersamaan dikepalanya . Neo memegang kepalanya pelan . Bau obat obatan langsung menyeruak ke dalam indera penciuman nya , Neo meringis saat merasakan kebas di tangan yang tertancap selang infus .
Disisi nya Neo bisa melihat disisinya Natha nampak menggenggam erat tangannya , membungkukkan tubuh dengan keadaan tertidur seperti ini . Neo yakin pasti posisi ini sangat tidak nyaman untuk takaran orang tertidur .
" Kak " panggilnya dengan begitu lirih .
Natha menggeliat , respon Natha jika sedang tertidur sama seperti Khala , sama sama sensitif dan mudah terbangun . Natha terkesiap saat mendapati adiknya membuka mata .
" Syukurlah akhirnya kamu bangun juga bang "
Neo mengangguk pelan . Tapi tatapan itu berubah sendu . Otaknya dengan reflek berputar , kembali mengingat tentang kejadian yang beberapa saat lalu ia alami .
Khala , dimana Khala . Matanya meliar mencari presensi adiknya yang sama sekali tidak terlihat .
" Khala , adek mana kak " ucapnya pelan tapi tegas .