Tangan Seonghwa baru mau ngetuk pintu sebelum tiba-tiba benda itu terbuka dari dalam dan menampilkan sosok Umji yang keliatan kaget begitu ngeliat dia.
"S-seonghwa?"
Seonghwa reflek ngangguk dengan agak heran. "Kenapa?" tanyanya.
Suara nafas Umji yang terdengar gak wajar itu jelas jadi pertanyaan di benaknya. Apalagi sewaktu dia sadari lagi kalau cewek itu masih pakai pakaian rumah. Beda jauh sama dirinya yang udah siap mengingat sebelumnya pun mereka udah janjian untuk jalan.
"Ada apa?" ulang cowok itu sambil ngeliat wajah si cantik itu dengan seksama. "Lo gak apa-apa?"
Menurutnya, Umji jelas habis ngalamin atau ngeliat sesuatu yang bikin dia panik begini. Ditambah dengan pertanyaannya yang gak dijawab semakin bikin dia penasaran.
"Lo sendirian di rumah?" tanyanya yang lantas dijawab gelengan kepala oleh cewek itu. "Terus kenapa?"
Dielusnya surai gelap Umji yang seolah baru tersadar dari lamunannya. Cewek itu kemudian noleh ke arah belakang, tepatnya ke dalam rumah yang keliatan sepi, lalu kembali ngeliat Seonghwa yang natap dia dengan tatapan heran.
"S-seonghwa?" panggilnya lagi.
"Iya, sayang?"
Prang!
Umji kembali menggeleng meskipun sempat terlonjak kaget karena bunyi barusan. "T-tungguin bentar. Aku ganti baju enggak lama kok."
Seonghwa lagi-lagi mengangguk. "Gue tunggu di sini. Gausah buru-buru."
Umji keliatan ragu buat ngangguk saat dia bilang bakal duduk di teras. Cewek itu bahkan belum beranjak dan ngelepas pegangannya di kemeja hitam yang dia pakai.
"Gue boleh nunggu di dalam?" tanya Seonghwa akhirnya. "Di ruang tamu apa di ruang tengah?"
Cewek itu lantas mengangguk cepat. "Di ruang tengah aja. Ada Ibu kok."
"Yaudah. Ayo masuk."
Umji terbatuk kecil sebelum ikut jalan di sampingnya yang udah terbiasa sama seluk-beluk rumah itu. Makanya dia langsung masuk begitu diijinkan sama sang tuan rumah.
Seperti yang dibilang Umji, cuma ada Ibu yang lagi ngerapiin kain-kain perca sambil duduk di sofa ruang tengah. Begitu ngeliat dia, wanita itu langsung menyapa dengan hangat, seperti biasa. Lalu dilanjut dengan ngobrol basa-basi yang seputar kegiatan sekolah dan kabar orang tuanya.
Seonghwa sempat ngeliat sekilas ke arah pintu kamar Umji yang berada tepat di seberangnya. Pintu yang biasanya selalu tertutup rapat itu tampak terbuka sedikit. Lampu kamar yang nyala dengan pemilik kamar yang tampak mondar-mandir pun keliatan di matanya. Tapi bukan itu yang menarik perhatiannya.
"Itu pintu kamar Umji kenapa, Bu?" tanyanya.
"Pintu? Gak kenapa-kenapa kok."
Seonghwa menggeleng. "Itu kayak ada goresan-goresan yang sebelumnya gak ada. Ara melihara kucing?"
Ibu tampak ngeliat dia dengan ekspresi kaku sebelum kemudian menggeleng. "Gatau juga ya. Ibu baru liat malah."
Seonghwa ngangguk sekenanya dan saat itu juga Umji keluar dari kamar dengan kondisi rapi sambil ngebawa sling bag hitam kesukaannya.
"Kita jalan dulu, Bu. Pinjam Umjinya sebentar ya."
"Iya. Hati-hati."
Entah cuma ingatan Seonghwa aja atau memang Umji cuma ngasih isyarat pamit tanpa beneran salim ke sang Ibu. Cewek itu langsung keluar rumah dengan langkah terburu-buru.
KAMU SEDANG MEMBACA
L O V E A D E
Fanfiction[AU lokal, on going] "yang minum loveade ini, bakal fall in love sama gue, hehe." Umaira Jian disclaimer « ateez×viviz, seonghwa × umji « theboyz×viviz, juyeon × umji « harsh word ° 22 Dec, 2022 publish: 11 Aug, 2023 -
