"Itu kenapa?"
"Gak kenapa-kenapa."
"Bohong. Tangan lo banyak lebam gitu," balas Seonghwa cepat. "Siniin tangan lo, Umji."
Umji, yang lagi berusaha nutupin kegugupannya pun menghela nafas, pura-pura terganggu. "Kenapa bawel banget sih, Hwa? Lo salah liat kali," katanya sambil cemberut. "Lagian lo ngapain liatin gue diem-diem kayak gitu. Serem."
Seonghwa berdecak. "Salah liat lo bilang? Oke, sini gue mau pastiin langsung apa lo yang bohong atau gue yang salah liat. Sekarang."
Umji narik tangannya dengan perasaan campur aduk. Bingung dan panik jadi satu. Dia gak tau kenapa Seonghwa tiba-tiba datang ke kelas dengan wajah serius yang gak bisa dia pahami penyebabnya apa.
Lalu tiba-tiba pertanyaan itu muncul.
"Tangan lo kenapa dah emangnya?" sahut Yuvin pelan saat Seonghwa menghela nafas lelah dan ngusap wajahnya sendiri frustrasi. "Kalo emang gak kenapa-kenapa, ngapain lo sembunyiin banget?"
Umji berdecak. "Gausah ikutan, Vin," katanya cepat. "Udah ya, Hwa? Kelas mau dimulai, lo jangan di sini."
Cowok berambut terang itu menghela nafas lagi. Hampir nyerah dengan Umji yang kekeuh bilang gapapa.
"Oke," katanya akhirnya, narik bahu cewek itu mendekat ke dia. "Tapi cium dulu. Gue pusing debat sama lo."
Mata Yuvin melebar dengan ekspresi terkejut yang dibuat-buat. Tangannya bahkan sudah nutup mulutnya yang terbuka. Pokoknya lebay banget dah. Umji sebel ngeliatnya.
"Gak mau! Udah sana pergi!" kata cewek itu jengkel. Wajahnya memerah. "Lo gatau tempat banget."
"Gue gak mau. Lo udah gak dengerin omongan gue, sekarang mau ngusir begitu aja?" balas Seonghwa gak mau kalah. "Cium atau kasih liat lengan lo."
Wajah Umji semakin memerah. Bel belum berbunyi, mungkin sebentar lagi. Lengannya jauh lebih penting dilindungi, tapi dia juga gak mau langsung nurutin kemauan Seonghwa apalagi kemauan cowok itu aneh banget.
"Gue tutup mata deh." Yuvin langsung nutup matanya sendiri dengan tangan. "Tapi sumpah lo berdua beneran udah putus apa gimana dah?" tanyanya dengan mata tertutup.
Seonghwa tersenyum miring. Senyum tengil yang membuat Umji cemberut.
"Udah. Tapi gue lagi dalam proses negosiasi ngajak tuan putri ini balikan," ucapnya tenang. "Nah sayang, Yuvin udah diem jadi ayo cium. Di pipi aja."
"Dih? Gamau."
"Gue aja yang cium, gimana?"
"Seonghwa!"
Seonghwa ketawa kecil. Tangannya mengusak rambut Umji gemas lalu diakhiri dengan cubitan kecil di pipi cewek itu.
"Siang nanti, temenin gue warnain rambut mau ya?"
***
Sinbi 💖
Yang
Dimana?
"Apa jawabannya?"
Kevin yang baru aja ngangkat jari jempolnya dari layar setelah ngirim dua pesan di atas pun menghela nafas.
"Baru juga dikirim, Hwa. Bentar palingan dibaca," ujarnya yang bikin Seonghwa ngangguk-ngangguk.
Ting!
KAMU SEDANG MEMBACA
L O V E A D E
Fanfic[AU lokal, on going] "yang minum loveade ini, bakal fall in love sama gue, hehe." Umaira Jian disclaimer « ateez×viviz, seonghwa × umji « theboyz×viviz, juyeon × umji « harsh word ° 22 Dec, 2022 publish: 11 Aug, 2023 -
