37. "Gue takut."

116 15 0
                                        

⚠️

Kalau ada emoji ini, kalian tau kan artinya apa :)

Seonghwa natap Umji yang terus-terusan nunduk dan gak berani ngeliat dia. Wajahnya memerah karena malu, cemas dan gak tenang meski posisinya di dalam kamarnya sendiri. Padahal cewek itu gak ngelakuin apapun selain duduk di ujung kasur. Menghadap Seonghwa yang lagi duduk di kursi meja belajarnya.

"Enggak apa-apa, Ibu cuma bercanda," kata Seonghwa setelah diam agak lama. Dia gak tahan ngeliat wajah cewek itu memerah dan matanya berkaca-kaca kayak mau nangis. "Lo mau ngomong, apa gue yang ngomong duluan?"

Umji tetap diam, jadi Seonghwa anggap itu sebagai tanda buat dia bicara duluan.

"Ji, liat gue," ucap cowok itu sambil ngambil tangan Umji dan menggenggamnya erat. "Ibu nyuruh kita ngomong di kamar lo ya karena gak ada tempat lain. Di luar hujan. Di ruang tengah ada tamunya Ibu. Ga apa-apa ya?"

Umji akhirnya ngangkat kepalanya buat ngeliat Seonghwa langsung. Saat diliat, cowok itu senyum tipis.

"Lo mau ngomong tentang apa?" tanyanya.

"Nara," jawab Seonghwa langsung. "Dan lukisan lo yang dia tiru."

Umji membuang muka ke arah lain. "Gausah ngomongin itu. Pulang sana," katanya ketus.

"Gue gak ngebela dia, Ji, gue cuma mau ngebahas ini sama lo," kata Seonghwa. "Lo marah. Jelas. Tapi jangan ke gue juga."

"Emangnya kenapa?" balas Umji dengan wajah kesal. "Suka-suka gue lah."

"Emang salah gue apa?"

Umji terdiam.

"Salah gue apa sampai lo bisa marah ke gue juga?" tanya Seonghwa lagi. Dia sudah gak duduk di kursi, dan beralih berlutut di depan Umji. Tangannya masih menggenggam tangan si cewek yang langsung kehilangan kata-kata. "Karena gue ngehapus foto itu di ponsel lo? Karena gue temannya Nara?"

"Iya."

"Gue ngehapus foto itu di ponsel lo, biar ga ada masalah antara lo dan Nara lagi. Kalian udah pernah berantem dan sampai sekarang gak baikan, kan? Itu sebabnya gue ngelakuin itu."

Umji diam aja. Di wajahnya keliatan jelas kalau dia gak terima dan gak percaya. Seonghwa tau itu tapi memilih buat lanjut bicara.

"Kalau yang kedua, gue ga bisa nyalahin lo soal itu. Nara memang teman gue. Dari sebelum gue kenal sama lo, gue udah temenan sama dia. Tapi itu gak ada artinya, Ji, gue suka sama lo, bukan sama dia."

"Jadi lo sudah tau sejak lama?"

"Apanya?"

"Soal dia ngejiplak lukisan gue?"

Seonghwa diam sebentar, lalu ngangguk. Gak ngejawab apa-apa karena air mata Umji sudah mengalir lagi.

"Lo tau, terus sengaja temenan sama gue," kata Umji terisak. "Biar apa? Biar ngeliat secara langsung korban kejahatan temen lo itu?"

Seonghwa menggeleng, kepalanya tertunduk sejenak. Seolah-olah berusaha mengambil waktu untuk menyusun kata biar gak semakin bikin cewek di depannya ini semakin marah.

"Enggak. Gue-"

"Lo cuma mau ngeledek gue aja kan selama ini?"

Seonghwa menggeleng. "Enggak. Dengerin gue dulu, Ji-"

"Oh gue tau," sela cewek itu dengan air mata yang terus mengalir.

"Ji-"

"Lo sebenernya cuma mau ngawasin gue biar masalah ini gak muncul lagi? Entah atas suruhan Nara atau kemauan lo sendiri sebagai temen baiknya? Iya kan?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 13, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

L O V E A D E Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang