Sohyun hanya berdiri dibalik jendela kamarnya da melihat bagaimana Taehyung berinteraksi dengan Yoora di taman bunga lavender. Kedatangan Yoora tadi memang benar-benar merusak suasana, hingga membuat Sohyun langsung berpamitan untuk kembali kamar dengan alasan ingin membersihkan dirinya dari noda tanah.
"Eehh.... ehhhh... itu si lampir Yoora lancang banget anjing!! Bagus Tae, tolak!! Kalau perlu kamu tendang si lampir itu ke pluto."
Sohyun mengoceh sendiri, ia hampir saja lompat dari jendela saat melihat Yoora berniat membersihkan noda tanah di wajah Taehyung, namun untungnya dengan cepat Taehyung langsung mencegah Yoora yang hendak menyentuh wajahnya.
"Cemburu ya?!" Sohyun berjingkat terkejut saat tiba-tiba saja Park Yoona sudah berdiri disampingnya.
"Kau?! Kenapa kau sangat tidak sopan sekali! Kau tahu kan cara mengetuk pintu?! Darimana saja kau?! Aku sama sekali tidak melihatmu sejak kau mendorongku ke kolam semalam. Setidaknya kau harus mengucapkan maaf padaku!" Yoona hanya tersenyum kikuk memdengar ocehan panjang Sohyun, ia lalu berjalan menuju ke tepi ranjang Sohyun dan duduk disana.
"Banyak sekali pertanyaanmu, baiklah.. maafkan hamba Yang Mulia Putri Mahkota, lain kali aku akan mengetuk pintu dulu." Goda Yoona.
"Kau belum jawab pertanyaanku tentang dimana kau semalam? Dan Jangan bicara sembarangan! Aku bukan Putri Mahkota." Peringat Sohyun, jangan sampai orang dari kediaman Selir Agung mendengar ucapan Yoona dan menyebabkan masalah untuk Sohyun nantinya.
"Sudahlah jangan tanya aku darimana, yang penting sekarang bagaimana?"
"Bagaimana apa?" Tanya Sohyun.
"Apa sekarang kau sudah percaya kalau Taehyung itu mencintaimu?"
"Cinta?! Jangan bicara sembarangan! Apa kau tidak lihat apa yang dilakukan Putra Mahkota saat ini?!" Mata Sohyun sama sekali tidak bisa lepas dari Taehyung yang masih saja bersama Yoora di taman bunga lavender.
"Sudah jangan dilihat, bocah tengik itu tidak akan menanggapi Yoora." Yoona berusaha meyakinkan Sohyun bahwa Taehyung tidak akan pernah tergoda pada Yoora, namun ucapan Yoona sama sekali tidak bisa memadamkan api yang tersulut di dalam hati Sohyun, karena nyatanya apa yang Yoona ucapkan seperti berbanding terbalik dengan kenyataanya.
Sohyun menghembuskan nafasnya berat, ia berjalan menuju ke ranjangnya dan duduk disebelah Yoona. "Park Yoona apa maksud ucapanmu semalam?"
"Ucapan yang mana?!" Tanya Yoona tidak mengerti.
Sohyun menoleh menatap Yoona serius. "Sudahlah lupakan." Dia pasti salah dengar, pikir Sohyun.
Yoona hanya mengangkat bahunya acuh, kalau Sohyun tidak mau mengatakanya maka ia tidak akan bertanya lebih lanjut. "Nanti malam, para kandidat dan anggota kerajaan akan makan malam bersama sebelum kompetisi terakhir dimulai."
"Kompetisi terakhir?!" Tanya Sohyun tidak mengerti bukankah kompetisi ketiga akan diadakan setelah ia pulang dari sini, dan apa maksudnya dengan kompetisi terakhir?! Harusnya masih ada dua kompetisi lagi?!
"Apa Putra Mahkota tidak memberitahumu?" Sohyun menggeleng lemah. Jadi bukan hanya Yoora yang datang kesini, tapi juga para kandidat yang lain, batin Sohyun.
"Ck... bocah itu selalu saja. Hyun, dengarkan aku baik-baik." Sohyun melirik Yoona malas, apalagi sekarang?! Batin Sohyun.
"Ini akan menjadi kompetisi terakhir untukmu jika kau memenangkan kompetisi kali ini, karena kau sudah menjadi juara di dua kompetisi sebelumnya." Jelas Yoona.
"Lalu?"
"Kompetisi ketiga adalah berburu, di hutan samping penginapan kerajaan." Sohyun mengernyit bingung, bagaimana Yoona bisa tahu tentang hal ini?! Disaat pengumuman resmi dari kerajaan belum tersiar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Turn Back Time
FanfictionPark Sohyun, wanita berdarah panas, berusia 33 tahun tidak menyangka jika ia yang seharusnya meninggal karena ditabrak justru terbangun ditubuh seorang gadis muda dengan usia 16 tahun yang ternyata adalah karakter antagonis dalam novel.
