26

212 33 30
                                        

Saat ini Sohyun berada di depan air mancur yang terletak di tengah taman yang berada di depan penginapan kerajaan. "Kenapa kau mengajaku kesini?" Tanya Sohyun kepada Yoona yang sejak tadi terus saja tersenyum tidak jelas.

"Bukankah sudah kukatakan, aku akan membuktikan padamu bahwa Taehyung itu mencintaimu." Sohyun mendengus, ia sama sekali tidak butuh bukti seperti itu. Lagipula kenapa kalau Taehyung mencintainya, karena pada akhirnya Taehyung akan membunuhnya.

"Aku tidak membutuhkan hal seperti itu." Sohyun hendak pergi, namun Yoona meraih pergelangan tangan Sohyun.

"Eittss... jangan pergi dulu! Ini penting, dan kau membutuhkan kepastian ini untuk meyakinkan dirimu bahwa Taehyung tidak mungkin membunuhmu." Sohyun tertegun mendengar ucapan Yoona. Apa dia tahu sesuatu? Batin Sohyun.

"Siapa kau sebenarnya? Bagaimana kau_____ akh..." belum selesai Sohyun berucap tiba-tiba saja Yoona mendorong Sohyun hingga masuk kedalam kolam air mancur dan berenang bersama ikan koi.

"Sia.." Sohyun hendak mengumpat namun ia langsung menahan ucapanya. Dia langsung bangkit dan keluar dari kolam, meskipun kedalaman kolam hanya sebatas lututnya tapi posisi jatuhnya yang terbaring membuat seluruh baju Sohyun menjadi basah.

Sohyun berdecak, dia sangat kesal kepada Yoona. Untungnya baju yang Sohyun pakai tidaklah tipis, setidaknya baju tidak menjadi tembus pandang saat terkena air. Sohyun melirik ke beberapa pengawal yang berjaga disana, namun anehnya para pengawal itu diam saja. Mereka seperti hendak menolong namun terhentikan oleh sesuatu.

"Hyun... kau tidak apa-apa?" Taehyung tiba-tiba datang bagaikan bapak peri, ia melepas mantel yang ia kenakan dan langsung memakaikanya ke Sohyun.

Sohyun mendongak menatap wajah Taehyung yang tampak sangat khawatir, apa Taehyung benar-benar sekhawatir itu? Batin Sohyun.

"Hyun.." panggil Taehyung sekali lagi karena Sohyun masih diam saja.

"Aku baik-baik saja." Entah ucapan  Sohyun mana yang susah dipahami oleh Taehyung, karena nyatanya jawaban baik-baik saja yang meluncur dari mulut Sohyun justru membuat Taehyung langsung menggendong Sohyun dan membuat Sohyun reflek mengalungkan kedua tanganya di leher Taehyung

"Tae, apa yang kau lakukan?!" Sohyun setengah berteriak, sembari memperhatikan sekitar, dimana Sohyun yakin saat ini tindakan Taehyung membuatnya menjadi tontonan.

"Apa kalian akan diam saja!!" Taehyung berteriak, hingga membuat Sohyun dan para pengawal disana ketakutan. "Cepat panggil Tabib Han!!"

Dengan langkah lebar Taehyung menggendong Sohyun menuju ke kamar Sohyun. Taehyung langsung mendudukan Sohyun di ranjang, dia langsung mengambil handuk kering dan mengeringkan wajah dan rambut basah Sohyun. "Tae, aku tidak apa-apa." Sekali lagi Sohyun berucap dan Taehyung masih saja tidak merespon, dia masih sibuk mengeringkan rambut Sohyun.

"Putra Mahkota." Sekretaris Jang masuk kedalam kamar Sohyun bersama dengan dua orang pelayan perempuan. "Biar pelayan yang melakukanya." Taehyung seakan tuli ia sama sekali tidak menanggapi ucapan Sekretatis Jang.

"Tae..." Sohyun sekali lagi memanggil Taehyung sembari memegang tangan Taehyung yang masih saja mengeringkan rambutnya.

Taehyung sempat tersentak lalu berhenti dan menatap sekitarnya. "Tabib Han belum datang?" Taehyung meletakan handuk yang ia pegang di tepi ranjang dan berjalan menghampiri Sekretaris Jang.

"Sebentar lagi Putra Mahkota." Taehyung mengangguk pelan. "Ganti pakaian Nona Min, dengan baju yang lebih hangat. Aku akan menunggu diluar." Perintah Taehyung pada pelayan perempuan yang datang bersama Sekretaris Jang, sebelum akhirnya ia memilih meninggalkan kamar Sohyun.

Turn Back TimeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang