Hari yang paling tidak aku tunggu telah tiba, hari dimana kompetisi ketiga akan segera dimulai, sekedar informasi saja kompetisi berburu ini akan diadakan selama tiga hari. Dimulai dari pagi hingga sore hari, dan pemenang akan dilihat dari besarnya hewan buruan yang didapat. Aku sudah bersiap dengan baju berburu yang lengkap dan rambut yang di kuncir ekor kuda, saat ini aku berada di istal kuda penginapan kerajaan bersama dengan badai yang entah bagaimana bisa sampai di penginapan kerajaan.
Kalian masih ingat badai kan?
Itu loh kuda pemberian Taehyung yang menjadi saksi bisu selama aku berlatih berkuda dan memanah bersama Taehyung. Oh... ya jangan lupakan juga busur dan anak panah pemberian Taehyung juga. Sepertinya Taehyung benar-benar sudah mempersiapkan semuanya.
"Badai, kangen aku gak??" Aku bertanya sembari mengelus kepala badai. Badai tidak menjawab, dia malah melengos. "Ihhh... jual mahal ya kau kuda." Gerutuku.
"Sepertinya aku sudah bisa mencium aroma kemenanganmu." Yoona tiba-tiba muncul entah darimana.
"Bertanding saja belum, bagaimana bisa menang." Sahutku. Yoona tersenyum dia berjalan mendekat kearahku lalu ikut membelai kepala badai.
"Kau pasti menang, aku akan membantumu." Aku hanya mendengus mendengar ucapan Yoona. "Apa sekarang, kau sudah percaya bahwa Taehyung menyukaimu?" Entah sudah berapa kali, setiap kali aku bertemu Yoona pertanyaan ini selalu saja ada.
"Entahlah." Yoona menghela nafasnya kasar mendengar jawabanku.
"Semalam Taehyung berdiri membelamu, bahkan untuk pertama kalinya dia melawan Selir Agung karenamu. Lalu lihat ini badai, bahkan busur dan anak panah ini juga semua dia sudah mempersiapkanya sebaik mungkin. Apa ini masih belum bisa membuatmu percaya?! Peserta yang lain saja tidak ada yang diperlakukan seperti ini oleh Tarhyung."
Sebenarnya pertanyaan Yoona ini sudah sering kali aku jawab dalam hati.
'Apa sekarang, kau sudah percaya bahwa Taehyung menyukaimu?'
Iya aku percaya, berulang kali hatiku mengatakan jawaban ini tapi entah kenapa saat mulutku berucap aku justru berkata. "Tidak mungkin Taehyung menyukaiku." Sepertinya aku termasuk wanita yang lain dimulut lain pula dihati. Dasar wanita!
Yoona memutar kedua bola matanya, seakan dia tidak habis pikir dengan jawabanku. "Aku tahu sebenarnya hatimu berkata lain." Aku memicing melihat kearah Yoona.
Apa Yoona bisa membaca isi hatiku?! "Jangan sok tahu." Elak ku.
"Sudahlah, kita bahas perasaanmu itu nanti, lebih baik kita fokus untuk kompetisi ketiga. Sekarang katakan padaku, apa strategimu?"
"Tidak ada." Jawabaku singkat.
Yoona memukul keningnya sendiri saat mendengar jawabanku. "Kau bahkan tidak memiliki strategi."
"Berburu yah berburu memangnya butuh strategi untuk apa?" Tanyaku. Lagipula daripada memikirkan strategi aku lebih memikirkan bagaimana aku harus memanah binatang buruanku nanti, Taehyung memang mengajariku memanah tapi bukan binatang yang dijadikan objek panahnya.
Kalau nanti aku ketemu kelinci, apa sanggup aku memanah kelinci yang imut dan memiliki wajah seperti Jeonkook. Lalu kalau aku bertemu rusa apa iya aku tega membunuhnya?! Setiap kali memikirkan itu tanganku berkeringat dingin karena takut.
"Bagaimana jika nanti saat kau sudah mendapatkan hewan buruanmu, lalu hewan buruanmu direbut peserta lain. Kau tahu kan kalau untuk menjadi pemenang di kompetisi kali ini, mereka akan melihat hewan buruan siapa yang paling besar maka itu akan menjadi pemenangnya." Aku paham betul kekhawatiran Yoona, tapi sepertinya Taehyung sudah memikirkan hal itu buktinya dia memberiku anak panah dengan ukiran namaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Turn Back Time
FanfictionPark Sohyun, wanita berdarah panas, berusia 33 tahun tidak menyangka jika ia yang seharusnya meninggal karena ditabrak justru terbangun ditubuh seorang gadis muda dengan usia 16 tahun yang ternyata adalah karakter antagonis dalam novel.
