Mutia (Tia) adalah seorang ibu muda berusia 25 tahun yang memiliki satu orang anak.
ia selalu di anggap tidak bisa apa-apa dan hanya bergantung pada suaminya.
Pada suatu hari Tia harus bercerai dengan suaminya, karena suaminya berselingkuh dengan se...
Jam menunjukan pukul 18.30 Dan Mas Bima belum juga tiba karena harus melembur.
Aku dan Gio sedang berada di rumah, menghabiskan waktu bersama. Ia begitu bahagia berada di dekatku. Kami banyak melakukan hal menyenangkan bersama. Bercerita,bermain,membaca dongeng sebelum tidur dan masih banyak lagi.
Gio merebahkan kepalanya di pangkuanku dan mengelus perutku.
Tiba-tiba handphone ku berdering, ternyata panggilan masuk dari Mas Ibran. Aku langsung mengangkat panggilan itu kemudian menekan tombol loudspeaker, dan memberikan nya pada Gio.
"Iya,hallo Ayah? Ada apa?" Ucap Gio,menjawab panggilan itu
"Gio kapan mau pulangnya? Nanti Ayah jemput" Balas Mas Ibran
"Gio mau tinggal sama Ami ajah,ayah. Boleh enggak?"
Ucap Gio dengan polos
"Nanti di sini ayah gak ada temennya"
Jawab Mas Ibran,memelas.
"Tapi Gio suka di sini. Di sini kamar Gio,bagus. Ada banyak jajanan. Dan Aba,selalu mengajak Gio jalan-jalan setiap malam"
Ucap Gio lagi, aku sedikit kawatir dengan jawaban yang ia lontarkan.
"Gak bisa sayang,Gio kan harus sekolah di sini. Ayah kasih waktu tighari ajah buat Gio nginep di sana yah,nanti Ayah jembut"
Ucap Mas Ibran
"Iya,Ayah"
Jawab Gio,murung. Kemudian panggilan itu di tutup.
"Gimana,Ami? Gio gak mau pulang ke rumah Ayah,mau di sini ajah sama Ami" Ucapnya memelas.
"Biar nanti,Ami yang ngomong sama ayah,yah.Gio mau eskrim gak? Ami ambilin,yan" Jawabku berusaha menenangkannya.
Gio mengggukan kepanya sambil tersenyum senang, Akupun beranjak dari dudukku untuk pergi ke dapur,mengambil es cream di kulkas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku berusaha meraih kotak ice cream yang berada di dalam freezer paling atas. Aku harus berjinjit untuk meraihnya karena kulkas yang cukup tinggi. Namun tiba-tiba ku merasa keram yang sangat ekstrim di perutku,rasanya seperti di remas secara tiba-tiba. Akupun membungkukan tubuhku dan memegangi perutku yang terasa sangat sakit ini.
"Aaahhhh..."
Teriaku tak lagi bisa di bendung,karena sakit yang teramat sangat. Aku terduduk di lantai dengan kulkas yang masih terbuka lebar di depanku.