AMPLOP COKLAT KARISA

236 11 0
                                        

Tia Pov :

Aku tengah sibuk di dapur dengan bahan-bahan kue dan makanan lainnya.
Sepertinya aku sedang mendapatkan tenaga super kali ini.

Kamai sampai di rumah tepat saat tengah hari tadi.
Mas Bima langsung beristirahat,karena kelelahan setelah sebelumnya menyetir selama beberapa jam lamanya.

Sedangkan aku yang selama di perjalanan tertidur pulas,kini seperti mendapatkan tenaga tambahan.
Aku memasak banyak sekali makanan hari ini.
Seakan ingin menebus rasa bersalahku setelah sekian lama membuat suamiku kelaparan karena tidak membuatkan nya makanan.

Seperti biasa,aku membuat iga bakar madu kesukaam Mas Bima.
Ada juga makanan lain seperti tumis brokoli,salad, mashed photato,sosis dan daging panggang,serta beberapa jenis kue kering.

Tok. Tok. Tok.

Suara ketukan pintu dari luar membuyarkan konsentrasiku pada bahan makanan yang sedang ku olah.

Aku langsung menghentikan aktifitas ku dan bergegas keluar untuk membukakan pintu,karena tak ingin suara ketukan nya membangun kan Mas Bima yang baru saja tertidur.

Aku sedikit kesulitan berjalan dengan perutku yang semakin membesar ini.
Sesampainya di depan pintu,aku membuka kunci selot rantai kemudian menarik gagang pintu itu.
Kulihat ada seorang kurir paket memegang sebuah amplop coklat di tangan nya.

"Dengan ibu Mutia?"

Tanya nya

"Iya,betul. Dengan saya sendiri"

Jawabku

Ia menyodorkan amplop itu padaku dengan ramah,akupun menerimanya.

Kulihat tidak ada nama dan alamat pengirim di amplop coklat itu.

Kurir itu memintaku menandatangani satu kertas,kemudian pergi.
Akupun menutup pintu dan kembali masuk.

Sambil berjalan,aku memperhatikan dengan detail amplop yang sedang ku pegang,lalu membukanya.
Aku memasukan tanganku kedalam,untuk mengeluarkan isi di dalamnya dengan perlahan,
Yang ternyata berisi beberapa lembaran foto.

Aku membelalakan mataku kaget.
Tak percaya dengan apa yang sedang ku lihat.
Beberapa foto-foto di tanganku memperlihatkan Mas Bima dan Karisa yang sedang bercumbu si sebuah kamar,aku mengingat ruangan ini.
Aku pernah melihatnya.

Ya,ini kamar mes Karisa saat bertugas di daerah jawa bersama Mas Bima.
Kejadian hari itu, ternyata benar.
Bukan hanya sekedar ketiduran belaka.

Aku melihat semua foto-foto itu satu persatu.
Air mataku menetes mengenai foto-foto yang berada di tanganku itu.
Kemudian mengalir dengan deras seperti sungai yang sedang di lintasi air bah.

Aku menutup mulutku,masih tak percaya dengan apa yang kulihat.
Kakiku sekaan lemas,lalu aku terduduk lemas di lantai sambil menangis terisak.

Ya Tuhan,cobaan apalagi yang sedang Engkau uji untukku?
Aku hanyalah wanita yang lemah,tolong biarkan aku menjalani hidup dengan tenang.
batinku seakan ingin berteriak dengan kencang.

Lingkaran setan ini seperti terus berputar di kehidupanku.
Berulang-ulang lagi dan lagi.

Tak bisakah aku menjalani hidupku dengan bahagia seperti wanita-wanita lain di luar sana?
Apakah begitu tidak pantas aku mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan di dalam rumah tanggaku?!

Aku mengambil nafas panjang lalu mengeluarkan nya perlahan.
Mencoba menenangkan diriku sendiri.

Tidak!
Aku tidak akan kalah lagi kali ini!
Ucapku dalam hati.

Mutia & BimasenaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang