Mutia (Tia) adalah seorang ibu muda berusia 25 tahun yang memiliki satu orang anak.
ia selalu di anggap tidak bisa apa-apa dan hanya bergantung pada suaminya.
Pada suatu hari Tia harus bercerai dengan suaminya, karena suaminya berselingkuh dengan se...
Mutia,seharian ini ia terus menempel padaku tak ingin lepas. Dia selalu mengikutiku kemanapun aku melangkah, Bahkan ketika aku ke kamar mandi.
Aku sama sekali tidak merasa risih di buatnya. Sebaliknya, Aku sangat merasa senang dan tenang. Aku pun ikut larut dalam pelukan nya. Membuat ku juga ingin selalu berada di dekat nya.
Syukur lah, Trimakasih Tuhan, aku sangat senang sekali hari ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Untuk tiga hari kedepan aku mengambil cuti bekerja. Banyak alasan yang membuat ku melakukannya. Selain karena Tia yang menjadi sangat manja padaku. Tapi juga karena Karisa. Aku terus memikirkan perkataan wanita gila itu.
Aku sengaja mengambil cuti tahunanku, agar aku bisa terhindar dari wanita itu. Aku sangat takut sekali, Hal apa yang akan dia lakukan padaku,pada keluarga kecil ku. Aku tidak ingin hubunganku bersama Tia yang baru membaik ini,berantakan lagi karena wanita itu.
Semua itu membuat pikiranku terkadang menjadi buyar ketika mengingatnya. Beberapa kali Tia menanyakan mengapa aku terlihat melamun. Aku beralasan memikirkan persiapan kelahiran anak kami. Yang padahal, aku memikirkan wanita gila itu. Yang sedang mencoba membuat masalah baru untuk ku. ...
Karena aku mengmbil cuti lumayan panjang. Aku dan Mutia memutuskan untuk berlibur keluar kota beberapa hari. Menginap di tempat yang menyuguhkan ketenangan untuk kami berdua.
"Mas,boleh gak kita ajak Gio berlibur? Sudah lama aku tidak menghabiskan waktu dengan nya. Aku rindu sekali.."
Ucap nya,sambil memelas Aku tersenyum kecil melihatnya. Akhirnya dia memanggil ku Mas seperti dulu. Akhirnya dia merengek dan bermanja seperti anak kecil lagi.
"Boleh sayang.., Tapi kita harus mendapat ijin dulu dari ayahnya"
Jawabku sambil mengecup kening nya
"Yeayyy... Kalau begitu aku akan menelfon Gio"
Ucapnya sangat antusias. Aku beranjak bersiap memasukan beberapa barang-barang yang akan kami bawa. Sedangkan Mutia,sedang menghubungi Gio.
"Mas,katanya boleh. Tapi cuma boleh satu malam. Besok nya Gio harus di antar lagi,katanya harus sekolah"
Ucap nya terlihat sedikit kecewa
"Padahal kita ingin keluar kota,masa hanya satu malam..?"
Ucapnya murung.
"Kalau begitu malam ini kita ajak Gio jalan-jalan dan menginap di hotel saja. Besoknya kita antar lagi, bagaimana? Kita berdua bisa keluar kota besok atau lusanya. Jika ada kesempatan, Lain kali kita keluar kota bersama Gio"
Ucapku mencoba menyelesaikan masalah.
Tia kembali sumringah mendengar jawaban ku, Ia tersenyum lebar kemudian memeluk ku. Aku membalas pelukannya dengan hangat. Kami pun bersiap menjemput Gio di kediaman nya.