MASUK PERANGKAP

776 26 0
                                        

BIMA POV :

Hari ini hari libur.
Aku sedang mengumpulkan tenaga untuk membersihkan rumah ku,yang telah beberapa minggu ini tidak aku urus.

Sampah menumpuk hingga berserakan ke lantai.
Pakaian kotor pun sama banyak nya dengan sampah itu.

Semua semraut,aku bingung harus mengawali nya dari mana.
Begini lah nasip nya jadi seorang bujang, semua di kerjakan sendiri.

Tante Ros dan Om Gunawan mengirim pesan, mereka bilang akan berkunjung ke rumah ku.
Aku harus segera bergegas membereskan semua ini.

Aku membereskan sampah yang berceceran,mengumpulkan nya lalu membuang nya ke tempat sampah di luar rumah. Yang biasanya setiap minggu ada truk sampah yang mengambil nya.

Semua ku bereskan satu persatu dengan sangat berat.
Lebih baik berlari dari gedung produksi ke gudang penyimpanan rasanya,daripada harus membereskan rumah.

Sembari menunggu mesin cuci itu menyelesaikan tugas nya.
Aku membereskan ruang tamu yang sedikit berdebu dan beberapa botol minuman bekas masih berada di meja.

Pandangan ku mengarah pada ransel di sudut ruang tamu, ransel itu yang ku lempar ke sembarang arah saat pulang dari Rumah sakit malam itu.

Aku akan men-cuci ransel itu juga.
Aku raih dan melihat isi di dalam nya.

Pakaian dalam!

Ah, sia!
Aku lupa jumblah ya ada 3 setel.
Dan yang ini masih tertinggal di ranselku.

Aku keluarkan pakaian dalam itu dan melemparnya ke sofa, tak tahu harus ku kemana kan.

Aku kembali membereskan botol-bolot di meja,mengumpulkan nya lalu membuang nya ke tempat sampah di luar.

Kulihat mobil Om gunawan terlihat dari ujung gang.
Aku menggu mobil itu mendekat.
Om gunawan dan tante ros turun dari mobil.
Aku mencium tangan mereka berdua.

"Bagaimana keadaan mu,Bim?"
Ucap Om Gunawan sambil menepuk bahu ku .

"Baik om. Silakan masuk"

Ucapku,mempersilahkan.

Aku bergegas masuk ke dapur untuk membuat segelas kopi dan segelas teh panas. sedangkan Om Gunawan dan Tante Ros duduk di sofa.

Tak butuh waktu lama, aku membawakan minuman itu ke ruang tamu.
Aku lihat tante Ros memegang sesuatu di tangan nya.

Aku panik.
Tante ros tersenyum sambil memegangi benda itu.

"Punya siapa ini,Bimmm???"

Tanya tante ros sambil tersenyum menahan tawa
Aku langsung merebut pakaian dalam itu dari tangan Tante Ros.

"Tentu saja bukan milik ku,Tan"

Jawab ku gugup, lalu ku lempar pakain itu ke kamar ku yang pintunya terbuka.

"Iyah, tante tau itu bukan punya kamu..."

Ucap Tante Ros masih dengan senyuman yang sama.
Om Gunawan ikut tersenyum kemudian menyeruput kopi yang ku sajikan di meja.

"Kenalkan pada tante perempuan itu!
Sepertinya hubungan kalian sudah jauh"

lanjut tante Ros, kemudian meminum teh yang ku sajikan juga.

Aku duduk di sofa single tetap mencoba santai menanggapi perkataan tante Ros.

"Tante dan Om akan menginap di sini?"

Tanya ku, mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

"Tidak, kami hanya ingin melihat mu saja.
Sekarang kamu sudah jarang mengunjungi kami"

Mutia & BimasenaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang