BAB 13

1K 36 3
                                        

"Mama senang banget kamu kesini. Mama udah buat perkedel kesukaan kamu." Ajak Marina ke ruang makan.

"Tapi Clara mau mandi."

"Nanti saja."

Clara mengikuti arah Marina, clara melihat mertuanya itu sangat bahagia sekali. Ia pun meletakkan tasnya di kursi. Dirinya lalu ke dapur untuk mencuci tangannya.

"Mama tidak usah repot-repot." Ucap Clara yang mendekati meja makan.

"Mama tidak repot kok. Kamu kalau nggak mama cegat nggak bakalan makan dan nggak bakalan kesini." Clara tertawa mendengar ocehan Marina.

Clara mengambil piring dan mengambilkan secentong nasi untuk Marina.

"Terima kasih, sayang."

"Papa mana?" Tanya Bagas yang baru ikut gabung. Pria setengah bayah itu sudah bersih dan duduk di ujung meja.

Clara tersenyum dan mengambilkan juga untuk ayah mertuanya itu.

"Alika kemana?" Tanya karena Clara merindukan adik Victor yang sudah tumbuh besar itu.

"Dia sedang berpacaran. Upsss" ucap Marina yang melihat Bagas yang melirik tajam. Pria itu tidam terima anak gadisnya sudah berpacaran, bagunya Alika masih kecil.

Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan bersama sambil berbincang-buncang. Clara izin untuk kekamar Victor. Mau bagaimana lagi tidak mungkin dia ke kamar tamu, bisa dipastikan Marina akan menginterogasinya. Pasti dirinya memilih ke kamar Victor.

Clara masuk di kamar Victor. Ia pun melihat bentuk kamar itu tidak berubah dari dulu. Saat masih muda ia pernah masuk kedalam kamar Victor hanya membujuk pria itu belajar.

Clara menaruhkan tasnya. Dan membuka jasnya. Ia taruh diatas kasur dulu. Karena dia tidak tahu dimana letak lemari pakaian disana. Ia pun melihat pintu kamar mandi disana dan mulai masuk disana.

Di bawah Victor baru sampai dirumah dan ia melihat kedua orang tuanya sedang duduk santai di ruang tamu sambil melihat televisi. Marina yang melihat anaknya pulang kerumah pun tersenyum.

"Kau pulang kesini?" Tanya Marina. Victor menyalimin dan mencium kening Marina dan selanjutnya ke Bagas.

"Dimana dia?" Tanya Victor

"Jangan kau sakiti dia." Peringat Marina.

Victor tidak menjawab malah langsung meninggalkan kedua orang tuanya.

Victor menaiki tangganya dengan cepat. Ia tidak sabar memberi kejutan kepada istri nakalnya itu.

Sedangkan di kamar mandi Clara membuka semua pakaiannya dan kemudian memijat lehernya yang penat. Ia membuka shower dan kemudian mandi. Ia mengusap rambutnya.

Tanpa ia sadari Victor sudah ikut masuk kedalam kamar mandi. Pria itu juga membuka pakaiannya dan kemudian bergabung.

"Kau terlihat capek, sayang." Bisik Victor tiba-tiba muncul dan memeluk Clara dari belakang.

Clara refleks membalikkan tubuhnya namun Victor langsung mendorongnya ke dinding.

"Lep..ehm.." victor langsung menyerang Clara dengan ciuman ganas. Clara memberontak namun kedua tangannya di angkat keatas dan kakinya juga di kunci oleh Victor.

Tangan kiri Victor pun mendarat ke dada Clara dan memainkannya kasar.
Clara memejamkan matanya, ia menangis sekencang mungkin. Perasaannya dan tubuhnya berguncang, Clara hanya menangis dalam diam. Luka lamanya yang ia sembuhkan kembali terbuka.

"Kenapa kau menangis? Ehmm. Aku akan memberimu kenikmatan."

"Kemari cantik."

Arghhh
Clara mendorong kuat tubuh Victor hingga membentur dinding kaca. Ia pun berjalan menghindari Victor.

MARRIED MY EXCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang