Bab 28

550 30 1
                                        

Victor membuka matanya pelan, ia melihat sekitarnya. Ia masih dikamarnya dengan Clara. Ia lalu membuka maskernya perlahan dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. Ia pun menoleh  kesebelah kiri. Matanya mengerjap akan melihat sosok yang ia rindukan sedang duduk menunggu dirinya. Ia beberapa kali mengerjapkan matanya namun sosok itu tidak menghilang dengan cepatnya ia duduk dan langsung memeluk tubuh Clara yang duduk di kursi roda itu.

"Sayang ini kau? Kau sudah bangun sayang?" Pekiknya. Ia menciumin bahu Clara dan juga leher wanita itu. Dihirupnya aroma wanita itu.

"Ini nyata! Ini nyata. Aku tidak bermimpi." Ucapnya. Ia pun melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Clara diciuminya seluruh permukaan wajah mungil itu satu persatu.

"Terima kasih! Kau bangun sayang! Ini nyata. Kau tidak hilang." Ucap Victor. Ia mengecup bibir Clara, betapa senangnya dia melihat wanita itu ada di hadapannya. Ini terasa nyata sekali atau memang dirinya dan Clara ada di surga.

Clara menghempaskan tangan Victor dan kemudian menampar kuat wajah Victor.

Plak

Wajah Victor memerah, ia pun memegang wajahnya dan melihat lirih istrinya itu.

"Sayang."

"Itu lebih nyata." Ucap Clara. Wanita itu pun menarik kursi rodanya dan membuka pintu kamarnya.

"Clara." Panggil Marina
"Dia sudah bangun." Ucap Clara datar. Wanita itu mendorong kursi rodanya dan keluar dari kamar itu.

"Victor." Marina melihat anaknya itu sudah bangun, ia pun segera menghampiri.

"Ma! Itu Clara." Victor ingin segera menghampiri Clara namun di cegah oleh Marina.

"Victor! Kamu baru bangun sayang." Peringat Marina. Victor lalu melihat selang infus yang masih terpasang di tangannya. Ia pun terdiam dan melihat kearah pintu kamarnya.

"Buka mulutmu." Minta marina yang sedang memeriksa anaknya itu. Ia pun menuruti perintah ibunya itu namun matanya tak berhenti menatap pintu itu. Menanti pintu itu terbuka lagi dan melihat sosok Clara.

"Ma."

"Mama tahu apa yang ingin kau tanyakan." Jawab Marina. Victor menatap wajah ibunya itu.

"Ia sadar setelah tiga hari kamu koma." Ucap Marina.

"Tapi saat itu..."
"Victor dengerin mama." Tegur Marina. Ia sangat khawatir anaknya itu berani mengambil tindakan nekat itu lagi.

"Mama tidak mau kamu ngelakuin seperti satu bulan lalu. Itu bukan cara yang terbaik."

"Ma! Victor hanya ingin bersama Ara."

"Tapi tidak seperti itu." Marina menarik nafasnya dan menghembuskannya pelan. Anaknya baru siuman dia tidak harusnya beradu argumen dengan anaknya itu yang baru pulih.

"Kamu istirahat dulu. Mama mau keluar." Marina membereskan alat-alatnya dan berdiri.

"Ma." Panggil Victor menghentikan langkah Marina.

"Mama tahu. Mama akan coba bilang padanya untuk menemanimu." Ucap Marina. Victor tersenyum dan dia menyenderkan tubuhnya di bahu kasurnya.

Marina keluar dari kamar Victor dan melihat Clara yang sedang berlatih berdiri.

"Pelan-pelan sayang." Ucap Marina. Clara mengangguk pelan dan kemudian mulai berlatih lagi. Marina tersenyum simpul sejak menantunya itu siuman, ia melihat Clara tidak ingin berbicara dengan siapapun yang datang menemui dirinya kecuali dengan Glen dan Martin. Saat ia sadar pun Clara menangis pilu sambil mengatakan kenapa semua orang menyelamatkannya.

MARRIED MY EXCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang