Bab 18

1.2K 34 0
                                        

Martin terkekeh geli, ia mengusap bibirnya yang berdarah. Victor langsung menyerangnya setelah ia mengaku mencium Clara. Sebenarnya ia tidak ingin bilang, tapi dia suka melihat emosi yang ditampilkan Victor. Pria itu seakan bilang bahwa Clara hanya menjadi miliknya.

"Sudah, Vic." Lerai Glen.

"Kau dengar itu. Dia mencium istriku, keparat." Tunjuk Victor, pria itu sangat emosi sekali. Sepupunya selalu mencari kesempatannya untuk mendapatkan Clara. Glen menarik nafasnya dalam, ia sudah tak sanggup.

Martin berdiri dan menatap remeh Victor.
"Seharusnya aku melakukannya dari dulu, bibirnya sangat candu sekali." Pancing Martin.

Victor menyerang Martin lagi kali ini Martin membalasnya. Sedangkan Glen mengangkat tangannya melihat mereka baku hantam.

"Sial! Hei kalian." Pekiknya ketika menarik Victor tapi mereka tetap saja bertengkar.

"Keparat."

Sedangkan di tempat lain. Clara sedang melihat dokumen di depannya, sudah lama ia tidak bekerja dan banyak sekali pekerjaan yang ia lewatkan. Namun pikirannya tak semuanya ada di pekerjaan. Tapi pikirannya ada di Victor dan kejadian kemarin pagi. Sejak Kemarin Victor tidur di kamar lain, kali ini ia tidak bersama wanita lain namun hanya sendiri.

Ia menyalahi dirinya sendiri karena sampai sekarang ia tidak bisa melakukan tugasnya menjadi istri. Setelah permintaannya untuk cerai tak disetuji Victor. Ia pun mencoba untuk menerima kembali dan mencoba memberikan kesempatan. Namun kemarin pagi ia ingin melakukannya tapi ingatan itu terus kembali.

Ia tak ingin bercerita dengan Victor tentang apa yang terjadi karena ia tak ingin victor kecewa padanya, atau mungkin pria itu akan mengatakan bahwa ia murahan atau sebaliknya.

Ia merasa tak enak hati menolak Victor kemarin dan mungkin saatnya ia mulai berani berbicara pada pria itu. Ia pun mengambil handphonenya dan kemudian menghubungi Victor.

"Bajingan, kemari kau." Ucap Victor yang melihat Martin sudah babak belur. Begitu juga dengan Glen yang juga sudah terluka. Suasana ruangan itu sudah seperti kapal pecah. Anak buah Martin dilarang masuk sama sekali oleh Martin.

Martin tertawa puas melihat Victor yang masih mengeluarkan emosinya. Kondisi Victor juga sama babak belur juga namun ia ingin memberi pelajaran kepada Martin yang berani menyentuh istrinya.

"Sudah! Kalian berkelahi lagi aku tembak kepala kalian berdua." Amuk Glen.

"Sebaiknya kau diam, Glen. Ini urusan keluarga. Oh, yah! Apa kau tidak bertanya kami berdua melakukan apa saja dirumah saat itu. Kau tidak tahu aku mengobati punggung mulusnya saat kejadian itu." Pancing Martin lagi. Victor meradang mendengarnya muka menjadi sangat merah.

Glen menggelengkan kepalanya. Dan ia melihat handphone Victor menyala. Clara. Tampilan handphone itu muncul nama Clara.

Ia pun segera meraihnya dan kemudian mengangkat telpon sambil melihat kedua pria itu bertengkar lagi.

"Halo Clara." Sapa Glen dengan wajah yang tersengal-sengal. Victor dan Martin melihat kearah Glen bersamaan.

"Glen?" Clara bingung kenapa suara Glen sangat berat.

"Oh syukurlah kau telpon. Aku mohon kau segera kesini. Ada dua singa sedang bertengkar. Aku mohon. Hanya kau yang bisa menghentikannya." Ucap Glen yang frustasi.

Clara yang mendengar itu tentu tahu siapa yang dimaksud oleh Glen. Ia pun geram mendengarnya.
"Kirimkan aku lokasinya."

"Oke. Sudah." Ucap Glen sambil langsung memberi lokasinya.
"Ara tung..." glen langsung mematikan panggilannya saat Victor ingin meraihnya.

MARRIED MY EXCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang