Glen datang ke rumah Victor dengan membawa sebuah dokumen. Ia pun masuk keruangan Victor dengan wajah yang datar. Ia melihat Victor yang menghadap taman dengan berkacak pinggang, pikirannya entah kemana.
Glen lalu duduk di sofa sambil meletakkan dokumen itu diatas meja.
"Bayarkan uang kuliah Rama dan Raline." Ucap Victor
"Kenapa? Kau takut Clara murka?"
Victor mengetatkan rahangnya. Ia bukan takut Clara marah tapi ia takut wanita itu akan meninggalkan dirinya lagi dan mungkin tidak akan mungkin kembali padanya lagi.
"Aku sudah membawakan apa yang kau minta." Ujar Glen.
Victor tersadar dan kemudian membalikkan tubuhnya, ia pun duduk di sofanya berhadapan dengan Glen. Ia lalu membuka dokumen yang di bawa dan melihat beberapa photo Kino.
"Kino hugo setiawan. Anak ketiga dari lima bersaudara dari keluarga setiawan." Victor melihat photo-photo Kino dan juga Aira.
"Setiawan?"
"Ya! Bukan keluarga terpandang. Tapi keluarga itu pernah dibantu Jerry ayah Clara pada masa sulit hingga sekarang."
"Hanya orang biasa. Tapi kenapa Clara tidak suka?" Tanya Victor heran.
Glen tersenyum mendengarnya, sepertinya pria itu lupa akan nama itu.
"Kau masih ingat the banderas?" Tanya Glen mengingatkan.
Victor mencoba mengingat, dirinya sepertinya tidak asing dengan nama itu. Ia lalu mengambil handphonenya dan menghubungi sepupunya, Marthin. Ia pun teringat sesuatu.
"Jangan lupa kalau dia istriku." Ucap Victor sambil melihat foto yang dikirim seseorang padanya. Photo dimana Martin memegang wajah Clara dan istrinya itu memegang tangan Martin dibawah cahaya matahari terbenam.
"Wow! Ada apa ini?" Tanya Martin
"Jauhi istriku!" Victor mengetatkan rahangnya. Tak dipungkiri ia cemburu melihatnya.
"Istri? Oke. Maka kau tidak akan aku bantu." Ancam Martin.
Victor terdiam mendengarnya. Jika saja ayahnya membolehkannya ikut campur di bisnis hitam keluarganya pasti dia tidak akan meminta bantuan Martin.
"Kau tahu the banderas?" Tanya Victor.
"Kau bertanya?" Goda Martin. Victor memutar matanya malas. Sepupunya itu memang ingin sekali ia pukul.
Martin terkekeh kecil.
"Setahuku tidak ada kelompok begitu."
"Kau yakin?"
Martin melihat tab nya dan mencari kelompok yang di sebut oleh sepupunya itu.
"Ada apa?" Tanya Martin.
"Aku mencari tahu tentang Kino hugo setiawan."
"Siapa?" Tanya Martin sepertinya ia tak asing mendengarnya.
"Suami Aira, kaka Clara."
"Kino hugo?" Martin mulai mengingat saat dirinya pernah berkelahi saat sekolah dulu. Dimana dulu ia sering berkelahi dengan genk sekolah saingannya yang suka membuat onar.
Kino hugo
Ia mengingat mata tajam pria brengsek itu saat pria itu memanggil namanya sendiri dengan bangga.
"Sial." Umpat Martin
Victor mengernyitkan keningnya, sepertinya Martin mengetahuinya.
Flashback on
Martin sedang makan di sebuah warung dekat sekolahnya, ia melihat rombongan remaja seusianya sedang berkumpul sambil tertawa. Sepertinya mereka membentuk genk. Memang tidak bisa dihindari di setiap sekolah pasti ada genk-genk seperti mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED MY EX
Romance#cerita kedua semoga terhibur "Kau dulu memang tipeku tapi sekarang bukan." ucap Victor "Kau pikir kau tipeku? Tidak sama sekali." Clara memandang jijik pria yang pernah bersamanya dulu. "Jadi?" "Apa? Tidak mau." "good! besok kita nikah." putus...
