Bab 17

1.1K 41 1
                                        

"Kenapa kau tidak bilang yang sebenarnya?" Tanya Victor

Mereka sekarang ada di danau dimana mereka selalu kunjungi dulu. Tempat yang banyak kenangan bagi mereka dulu, menghabiskan hari-hari mereka sepulang sekolah. Disini tempatnya sangat cantik terbukti petang ini cahaya senja berwarna orange menghiasi langit dan suasana sangat asri dan juga melihat air danau yang tenang, membawa kedamaian.

Sepulang dari acara tadi diantara mereka tidak ada yang berbicara, acara itu juga menjulang popularitas. Banyak yang merasakan kesedihan Clara dan juga banyak yang menyukai chemistry mereka berdua.

Berkat kesuksesan live tadi banyak tawaran yang masuk untuk mereka berdua, dari pemotretan atau juga iklan. Namun itu semua Victor kesampingkan. Ada hal penting yang harus ia lakukan.

"Aku ingin bilang. Namun aku melihat kalian sangat mesra sekali." Ucap Clara yang masih menatap Danau.

"Aku dan Renatha tidak ada apa-apa saat itu." Bela Victor.

"Tidak apa-apa." Ucap Clara, ia melihat Victor sambil tersenyum. Penjelasan Victor tidak penting sekarang.

Clara melihat lagi kedepan menikmati sisa-sisa senja.
"Victor." Panggilnya lembut

Pria itu menoleh dan melihat seperti ingin mengatakan sesuatu.
"Ayo cerai."
Clara menoleh kearah suaminya itu. Ada luka yang menggores di hati Victor mendengar ucapan Clara. Ia merasa seperti saat dulu.

"Pernikahan ini tidak sehat." Clara mengarahkan tangannya di dada Victor.

"Disini! Tidak ada tempat lagi untukku."

"Tidak akan pernah aku ceraikanmu. Aku sudah berulang kali katakan."

"Kenapa? Aku sudah tidak sanggup lagi, aku ingin tenang Vic. Aku tidak mau lagi ada drama apapun."

"Apapun alasanmu aku tidak akan lepaskanmu. Meskipun kau pergi aku akan menggeretmu disampingku."

Air mata Clara turun dengan deras.
"Biarkan aku hidup bebas dan bersama pilihanku sendiri."

"Tidak pilihan jika pun ada aku akan tetap membuatmu disampingku. Jadi jangan berharap aku akan melepaskanmu untuk yang lain."

"Sebegitu bencinya kau padaku?"
"Ya! Aku benci padamu hingga aku ingin kau selalu ada disampingku." Clara menutup matanya, sampai kapan hidupnya akan tenang.

*********
Clara mengigau dimalam hari, ia menangis terisak sambil berteriak histeris. Victor yang ada disampingnya terbangun dan segera duduk.

"Tidak! Tolong."
"Ara! Hei bangun." Victor menepuk pipi Clara pelan.
"No! Tidak. Kak aira. Tolong. No."

"Clara! Hei." Victor mengguncang tubuh Clara yang terus mengigau.

"Jangan! Tolong!" Victor mengusap kening Clara, ia mencium kening itu menenangkan namun Clara tidak berhenti histeris.

"Tidak! Arrgghhhh. Aku benci."
"Ara! Buka matamu. Ayo sayang."

Victor mengambil telponnya dan segera menelpon ibunya.

"Halo."
"Ma! Tolong. Clara mengamuk." Victor ketakutan, Clara tidak mau membuka matanya.
"Astaga! Mama kesana."
Victor mematikan telponnya dan memeluk Clara.

"Maafkan aku sayang! Maafkan aku. Bangunlah."

Satu jam kemudian.
"Clara ada minum obat atau semacam itu? Mama boleh tahu apa saja?" Tanya Marina.

Victor menggelengkan kepalanya.
"Kau tidak tahu tahu atau tidak peduli?" Geram Marina.

"Benar ma! Dia tidak pernah konsumsi apapun." Ucap Victor jujur, Marina menghela nafasnya.

MARRIED MY EXCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang