Renatha membuka pintu apartemennya, betapa terkejutnya ia melihat Clara dengan tampilan sangat berantakan dan memandangnya sinis.
"Maaf nona, mbak Clara memaksa." Ucap satpam yang mengekori.
Renatha mengernyitkan keningnya saat satpam itu menyebut nama Clara. 'Kenapa mereka tahu nama Clara?' Pikirnya.
Clara tanpa banyak bicara masuk di dalam apartemen itu. Renatha menganggukkan kepalanya dan kemudian menutup pintu.
Clara melihat sekeliling apartemen yang ia dulu sempat ia tempati. Tidak banyak berubah malahan tidak ada yang berubah. Clara tersenyum getir, begitu sadis sekali Victor kepadanya. Hingga miliknya ia berikan kepada Renatha, apakah tidak cukup hatinya yang ia berikan kepada wanita itu. Apakah harus juga dengan hasil kerja kerasnya. Tubuh Clara bergetar dia menangis pilu.
"Cla..clara." panggil Renatha. Wanita tampak bingung dan juga takut melihat penampilan Clara dan tingkah wanita itu. Ia mencoba melangkah mendekat walaupun takut. Tangannya bergetar ingin menggapai tubuh Clara. Sedangkan Clara tiba-tiba tertawa terbahak- bahak.
Renatha tersentak dan terdiam. Clara tingkahnya sangat aneh sekali. Ia teringat ucapan Sasha dulu yang mengatakan kalau wanita itu akan membuat Clara seperti ibunya.
Ia segera mengetikkan pesan di handphonenya dengan sangat cepat.
Tolong aku! Clara disini.
"Apa ini punyamu?" Tanya Clara dengan dingin.
Renatha terkejut mendengar pertanyaan Clara. Ia pun segera mengirimkan pesan itu dan menyimpan handphonenya.
"Iiii....ya." jawabnya takut. Clara tersenyum, air matanya masih mengalir deras seakan seperti air terjun yang sangat deras airnya. Wanita itu segera membalikkan badannya dan menatap mata Renatha tajam.
"Apa ini punyamu?" Tanya Clara. Wanita itu berjalan menuju Renatha dengan mata yang melotot.
"Aku tanya apa ini punyamu?" Wanita itu mengepalkan tangannya, suaranya sudah mengeram marah.
Renatha melangkah kebelakang dengan takut. Ia tak mengerti maksud ucapan Clara.
"Aa...aa...ra.. maksudmu..aa..aapaaa?"
Clara langsung berlari dan mencekik Renatha dengan kuat.
"Kau tahu? ini punyaku." Ucap Clara ia menggoyangkan tubuh Renatha dengan kuat.
"A..hukhuk..a..ara.." renatha tak bisa bernafas, wajahnya memerah.
Dilain tempat Victor mendapat pesan yang dikirim oleh Renatha tapi ia abaikan. Ia sedang cemas Clara tak ia temukan. Setiap sisi sekitar jalan rumah Clara ia cari namun tidak ia temukan.
"Apa ia sudah ketemu?" Tanya Victor yang menelpon orang suruhannya.
"Cari dimanapun. Cari sampai ketemu." Pekiknya
"Arrghgghhh! Sial." Teriaknya sambil menendang pot bunga. Ia menyugarkan rambutnya frustasi. Ia sudah mencari istrinya itu dimanapun tapi tidak ketemu.
Hari ini semuanya kebongkar, Clara kali ini pasti tidak akan memaafkannya. Ia ingin mencoba dari awal dengan wanita itu namun kenapa niatnya itu seakan ditentang oleh alam.
"Kau sudah mencarinya?" Tanya Martin yang juga ikut mencari. Setelah ia mendapat telpon dari Victor ia langsung menelpon anak buahnya untuk berpencar mencari Clara.
Martin mengeram kesal saat anak buahnya tidak mendapatkan hasil.
"Check seluruh cctv jalan dan cari dimana dia."
Martin segera memutuskan kontak dengan anak buahnya. Ia terus mengemudikan mobilnya sambil melihat-lihat sekitar. Firasatnya tidak enak kali ini, seakan ia tidak akan melihat Clara lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED MY EX
Romance#cerita kedua semoga terhibur "Kau dulu memang tipeku tapi sekarang bukan." ucap Victor "Kau pikir kau tipeku? Tidak sama sekali." Clara memandang jijik pria yang pernah bersamanya dulu. "Jadi?" "Apa? Tidak mau." "good! besok kita nikah." putus...
