Mau sekali-kali intro di depan hehehehehe
Ceritanya emang udah selesai sih guys tapi bohong hehhehe
Dari chapter-chapter sebelumnya banyak yang pro ama si martin🫣🫣🫣
Tapi ada yg dukung stay ama victor.
Jadi mau gimana guys?😁
Dahlahh biar air yang mengalir
Selamat membaca.
Gemuruh Tepukan tangan mengisi ruangan rapat direksi disana. Dimana mereka memberikan apresiasi kepada Victor yang memenangkan member yang sangat langka dan juga cliennya itu sangat detail sekali. Victor hanya tersenyum simpul, baginya ucapan selamat yang dilontarkan oleh orang-orang disana hanya menyenangkan sedikit hatinya. Ia akan sangat senang dan bahagia lagi jika Clara yang memberikan ucapan selamat kepadanya. Namun sayang ia tidak bisa mendapatkannya lagi, ia membayangkan Clara hadir dikerumunan orang-orang sekarang dan kemudian mengucapkannya selamat dan mencium dirinya.
'Selamat sayang'
Victor membuka matanya cepat ketika mendengar Glen membangunkannya. Suara Clara sangat nyata sekali ia dengar. Ia merindukan suara itu. Sudah lima tahun berlalu namun Victor masih tidak bisa menerimanya, ia tidak bisa memaafkan dirinya yang sudah menyia-nyakan istrinya itu. Disaat pertengkaran terakhir pun ia maaih saja egois berpikir Clara akan meninggalkannya dan pergi ke Martin sepupu. Namun jika ia bisa berpikir jernih saat itu Clara memilih tidak memilih mereka yang artinya wanita itu tidak menyukai Martin.
Kini semuanya tak mungkin kembali sedia kala, tapi dia berharap tuhan berbaik hati kepadanya. Membuat dirinya bisa melihat senyuman Clara dan memeluk wanita itu.
"Kau tidak ikut makan malam?" Tanya Glen yang sekali lagi memecahkan lamunannya. Victor selalu melamun selama lima tahun ini.
"Tidak!" Jawabnya singkat.
Glen menghela nafasnya, ia memakaikan Jas Victor. Tubuh sahabatnya itu mengurus tidak seperti dulu yang sangat fit bahkan pria itu jarang makan.
"Sekali-sekali kau bergabung dengan mereka. Mereka mengharapkanmu datang." Ucap Glen.
Victor hanya diam saja, ia tak mengindahkan ucapan Glen.
"Sudah lima tahun, Vic." Ucap Glen, kali ini menatap dalam sahabatnya.
"Lima tahun dan aku berharap dia ada di hadapanku sekarang." Ucap Victor
Glen menghela nafasnya, dia sungguh kasihan kepada sahabatnya itu. Ia memang marah dulu kepadanya namun setelag kejadian malam itu sahabatnya tak berhenti menangis dan bahkan menyiksa dirinya sampai sekarang.
"Aku ingin pulang. Kalian bersenang-senanglah. Sampaikan salamku kepada naysilla." Ucap Victor yang pergi meninggalkan Glen.
Glen melihat kepergian Victor.
"Kau mengirim salam kepada istriku, dude?" Pekik Glen.
Victor masuk kedalam mobilnya dan segera mengendarainya. Disepanjang jalan dirinya terus memikirkan Clara. Kenangannya bersama terus bermunculan.
Kenangannya saat ia menjuarai piala basket saat dulu mereka sekolah. Saat dirinya baru berpacaran dengan Clara yang masih malu-malu saat itu.
Victor tersenyum, namun senyumannya pudar saat ia mengingat Clara mengajaknya bercerai pertama kali setelah wanita itu mengakui kenapa dirinya alasan meninggalkan Victor dulu.
"Ayo cerai."
"Pernikahan ini tidak sehat." Clara mengarahkan tangannya di dada Victor saat itu.
"Disini! Tidak ada tempat lagi untukku."
"Tidak akan pernah aku ceraikanmu. Aku sudah berulang kali katakan."
"Kenapa? Aku sudah tidak sanggup lagi, aku ingin tenang Vic. Aku tidak mau lagi ada drama apapun."
KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED MY EX
Romantik#cerita kedua semoga terhibur "Kau dulu memang tipeku tapi sekarang bukan." ucap Victor "Kau pikir kau tipeku? Tidak sama sekali." Clara memandang jijik pria yang pernah bersamanya dulu. "Jadi?" "Apa? Tidak mau." "good! besok kita nikah." putus...
