Bab 19

1K 33 3
                                        

"Kau mau kemana?" Tanya Victor.
Ia barusan selesai mandi lalu melihat Clara yang sedang memasukkan pakaiannya di dalam koper. Clara tak menjawab dirinya masih sibuk memasukkan pakaiannya.

"Hei!" Victor menghentikan aktivitas Clara. Wanita kenapa selalu dikit sekali saat berbicara dengannya. Beberapa hari ini ia tidak berbuat macam-macam padanya. Dan semalam mereka sudah baikan. Yah bisa dibilang begitu.

"Apa?" Tanya Clara.
"Kau mau kemana?" Tanya Victor lagi.
"Aku akan ke Bali untuk proyek kemarin." Jawab Clara yang melanjutkan kegiatannya.

"Tidak!" Ucap Victor tegas. Ia menarik koper Clara menjauhkan dari wanita itu.
"Apa sih!" Clara mencoba meraih kembali kopernya namun di halangi Victor.

"Kau tidak boleh pergi." Victor tahu bahwa disana akan ada Martin disana. Dan dia tidak mau pria itu mendekati istrinya.

Clara menghela nafasnya panjang. Ia pun berdiri dan memegang kedua bahu Victor.
"Aku kerja bukan selingkuh. Oke!" Clara menepuk kedua bahu Victor. Ia pun melewati Victor dan menunduk mengambil Kopernya. Victor segera membalikkan badannya dan kemudian mengangkat Clara.

"Victor! Victor!" Teriak Clara. Victor tak menggubris dirinya membawa  Clara dan menghempaskannya di kasur. Ia pun menindih tubuh Clara.

"Awas!" Usirnya. Victor mengunci pergerakan Clara, ia lalu mengeluarkan smirknya.

"Sekali aku bilang tidak yah tidak." Ucap Victor.

"Aku kerja."

"Kau pikir aku tidak tahu dia disana."
Cup
Clara mencium Victor membuat pria itu terdiam.

"Kau..."
Cup

Clara menciumnya lagi. Victor mempunyai ide jahilnya, ia tersenyum dan mulai ingin bersuara.

Clara lalu langsung ingin menciumnya namun Victor langsung membungkamnya. Ia kemudian melumat bibir Clara dengan ganas. Clara tidak bisa mengelak, terkejut adalah bagian dari kebiasaanya saat pria itu tiba-tiba menciumnya. Salah saya sendiri memancing pria itu dan salahnya Victor yang membuatnya kesal.

Clara menyambut ciuman itu dan kini ia merangkul leher Victor. Ia kini pandai membalas ciuman Victor namun ia belum semahir itu.

Victor yang mendapatkan lampu hijau dari Clara langsung bermain lidah dengan Clara dan tangannya tak tinggal diam membuka kemeja Clara.

Ehm ehm cup

Bunyi perpaduan mulut mereka. Victor memutuskan tautan mereka dan kemudian melihat bibir yang sudah bengkak itu. Ia usap sebentar dan kemudian.

"Relax." Bisik Victor, ia pun kemudian mencium bibir itu sebentar dan kemudian beralih ke leher Clara. Wanita itu belum menetralkan nafasnya namun sudah mendapat serangan lagi dari Victor. Ia pun menjambak rambut Victor yang masih mengisap lehernya.

"Ah.. victor. Ehm." Desahnya

"Rilex sayang bisiknya." Bisiknya lagi dan kemudian mencumbu telinga wanita itu.

Tangan victor sudah menggerayangi Dada Clara yang otomatis membuat wanita itu menegang. Victor yang tahu istrinya sudah menegang langsung menghentikannya. Niatnya memang akan menjahili wanita itu namun ia terbawa nafsu.

Victor menjauhkan tangannya dari dada itu dan kemudian mencium bahu Clara. Ia pun mengangkat wajahnya dan melihat Clara yang sudah menyampingkan wajahnya.

Victor lalu menjitak kening Clara.
Auhhh
"Jangan memulai sesuatu yang tak bisa kau akhiri." Ucap Victor. Laki-laki itu langsung berdiri dan berjalan menuju ruang ganti dengan tertawa.

Clara menghembuskan nafasnya, ia merasa tidak berguna. Ia lalu duduk dan melihat pakaiannya yang sudah terbuka dan segera mengancingkannya.

"Ingat jangan selingkuh." Ucap Victor yang memandang tajam ke Martin.

MARRIED MY EXCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang