Bab 21

874 36 3
                                        

Marina mengepal tangannya. Ia sudah cukup sabar dengan apa yang ia dengar dari Glen hari ini. Putranya memang tidak pernah tahu diuntung, menantunya selama ini menderita gara-gara putranya sendiri. Ia tidak menyangka Victor akan seperti ini, terbutakan akan namanya dendam dan cinta. Putranya itu selalu memilih jalan yang salah dan selalu tidak bisa memperbaiki masalah yang dibuat.

Beda sekali dengan keponakan yang selalu bisa diandalkan, makanya ia dan juga Bagas memberikan tugas-tugas penting kepada Martin dan juga bisnis gelap mertuanya itu kepada Martin. Ia tidak mengerti apa salah dirinya dan suaminya sehingga mempunyai anak seperti ini. Pria itu seakan tidak bersyukur dengan Clara istri yang ia pilihkan untuk anaknya itu. Sejak dahulu Victor membawa Clara pulang kerumahnya ia jatuh hati dengan anak itu.

Ia tentu bukan tidak tahu kalau Martin juga mencintai Clara dan ia bisa tahu dari cerita Martin saat pria itu bercerita kepada mereka saat di amerika dan saat orang tua Martin meninggal, Marina selalu menemani Martin dikala masih teringat orang tuanya. Ia mengetahui Clara saat keponakannya itu diam-diam menyimpan photo Clara.

"Ma!" Panggil Bagas lembut. Ia tahu istrinya itu sedang risau juga marah.

"Jangan suruh mama diam kali ini." Tunjuk Marina.

"Mereka sudah besar. Kita sebagai orang tua harus mendukung apa keputusan mereka."

"Tapi anak kita sudah kelewatan." Maki Marina.

"Ini juga salah kita, ma. Saat dia menyampaikan alasan dia menikah dengan Clara harusnya kita mencegah pernikahan itu." Jelas Bagas.

Ia pun berdiri dan berjalan menghampiri Marina yang amarahnya masih memuncak. Ia mengelus bahu istrinya itu lembut.

"Kita juga bersalah, ma. Papa juga sudah berapa kali menegur dia."

Marina menghela nafasnya kasar.
"Kita harus gimana, Pa? Kasihan Clara." Marina memeluk suaminya itu dan menangis dipelukan Bagas.

Bagas mencium puncak kepala istrinya itu.

"Kita lihat bagaimana rumah tangga mereka selanjutnya. Jika dia sampai bermain tangan dan kelewatan. Papa tidak segan-segan untuk turun tangan."

"Nyonya!" Ucap Glen. Bagas dan Marina melihat kearah Glen. Sepertinya ada lagi yang ingin dikatakan oleh tangan kanan anaknya ini.

"Maafkan saya melakukan ini. Saya hanya tidak ingin masalah Clara semakin berlarut. Anda bisa melihat ini." Glen memberikan dokumen kepada Bagas dan juga Marina. Mereka berdua pun mengambilnya dan membaca isi dokumen itu dengan seksama. Marina terkejut melihat isi dokumen itu yang mana perjanjian Victor kepada keluarga Clara untuk tidak membebankan hutang keluarga Clara kepadanya. Dan jika masih mengganggu Clara maka hutang mereka akan dua kali lipat dan juga untuk adik Clara bersedia berkerja menjadi office boy tanpa digaji.

Marina sudah tidak kuat, darah tinggi langsung kambuh dan ia pun ambruk di pelukan suaminya.

"Mama." Panggil Bagas.

*********
Ditempat lain. Anita, ibu Clara sedang menyelinap di kamar Clara yang ditempati oleh Raline sekarang. Ia mencari akta kepemilikan rumah milik anaknya itu, demi menyelamatkan anaknya, Aira. Ia sangat sedih melihat Aira sedang kesulitan, maka dari itu ia ingin membantu anaknya itu. Meskipun ia tidak memiliki uang yang banyak namun ia bisa membantu dengan apa usulan Aira. Biarkan urusan Clara akan marah nanti saja ia pikirkan. Yang penting Aira tidak kesusahan.

Anita membuka lemari pakaian anaknya itu dan mulai mencari. Bagian demi bagian ia cari sambil melihat sekitarnya takut anak-anaknya akan melihatnya. Namun apa yang ia cari nihil, tidak ada yang ia temukan. Ia cukup frustasi tidak menemukan apa yang ia cari. Ia pun beranjak di tempat tidur Clara namun juga tidak ada. Ia menghembuskan nafas kasarnya. Ia berkacak pinggang mencari dimana surat itu berada. Ia pun mulai melihat-lihat disekitarnya.

MARRIED MY EXCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang